Balqis Alfairus Memukau Peserta, Tarian Madura Warnai Pembukaan Akademi Dai Digital LDK PP Muhammadiyah
LENSADAKWAH.COM.Surabaya — Suasana aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur mendadak pecah oleh tepuk tangan dan sorak sorai peserta pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Semua mata tertuju pada panggung ketika Balqis Alfairus, siswi kelas 5D MI Muhammadiyah 25 Surabaya, bersama tim penari ciliknya tampil memukau membawakan tarian khas Madura dalam acara pembukaan Akademi Dai Digital (ADD) yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah.

Tarian Madura yang penuh warna dan energi ini bukan sekadar hiburan. Gerakan lemah gemulai berpadu dengan hentakan dinamis menggambarkan semangat masyarakat pesisir Madura yang teguh menjaga tradisi sekaligus terbuka pada perubahan zaman. Balqis dan rekan-rekannya berhasil menghidupkan suasana pembukaan dengan apik, menyatukan kekayaan budaya lokal dengan semangat dakwah digital yang diusung dalam agenda besar Muhammadiyah ini.
Acara pembukaan Akademi Dai Digital semakin semarak ketika seluruh peserta, mulai dari para dai muda, penggerak dakwah, hingga kader Muhammadiyah dari berbagai daerah, larut dalam keceriaan. Dukungan dan tepuk tangan riuh mengiringi setiap gerakan tarian yang ditampilkan, menjadikan momen ini salah satu penampilan yang paling ditunggu-tunggu sejak awal acara.
Dalam sambutannya, Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, memberikan apresiasi khusus kepada pihak MI Muhammadiyah 25 Surabaya yang telah berkontribusi memeriahkan acara.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada MI Muhammadiyah 25 Surabaya, khususnya adik Balqis Alfairus dan teman-teman, yang telah memberikan penampilan luar biasa. Tarian Madura yang ditampilkan bukan hanya menambah semarak acara, tetapi juga mengajarkan kepada kita semua bahwa dakwah harus mampu bersanding dengan budaya. Inilah bukti bahwa nilai-nilai Islam dapat disampaikan dengan cara yang indah, menyenangkan, dan penuh kebersamaan,” ungkap Arifin penuh apresiasi.
Menurutnya, kehadiran unsur seni dan budaya dalam pembukaan ADD bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari strategi dakwah Muhammadiyah di era modern. Melalui pendekatan kultural, dakwah menjadi lebih membumi, dekat dengan masyarakat, dan mudah diterima berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

Sementara itu, Kepala MI Muhammadiyah 25 Surabaya menyampaikan rasa bangga atas kesempatan yang diberikan kepada siswanya. Menurutnya, keterlibatan Balqis dan tim penari cilik ini merupakan bentuk nyata pembinaan bakat dan kreativitas generasi muda Muhammadiyah.
“Anak-anak kami dilatih bukan hanya untuk berprestasi di bidang akademik, tetapi juga untuk mengenali dan mencintai budaya daerah. Kami berharap pengalaman tampil di acara sebesar ini dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkembang dan berkontribusi di berbagai bidang, termasuk dakwah,” ujarnya.
Acara Akademi Dai Digital sendiri menjadi salah satu agenda strategis LDK PP Muhammadiyah untuk menyiapkan dai-dai muda yang kompeten di era digital. Melalui program ini, peserta dibekali keterampilan berdakwah berbasis teknologi informasi, pengelolaan konten kreatif, serta strategi komunikasi efektif di media sosial. Kehadiran Balqis dengan tarian Maduranya menjadi simbol bahwa dakwah digital dan kearifan budaya lokal dapat berjalan beriringan untuk memperkuat syiar Islam yang mencerahkan.
Dengan penampilan yang memikat, Balqis Alfairus dan MI Muhammadiyah 25 Surabaya berhasil menorehkan kesan mendalam di hati para peserta dan tamu undangan. Tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi seluruh hadirin tentang pentingnya sinergi antara seni, budaya, pendidikan, dan dakwah di era digital.