LENSADAKWAH.COM. Surabaya — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur menggelar kajian dan rapat koordinasi pasca temuan 70 kasus anak terpapar paham radikalisme pada Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Meeting Room Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Kajian tersebut diikuti oleh seluruh Kepala Bidang (Kabid) dan Satuan Tugas (Satgas) FKPT Jawa Timur, yang mengikuti rangkaian kegiatan dalam suasana antusias dan penuh perhatian, mencerminkan keseriusan FKPT Jatim dalam memperkuat langkah pencegahan radikalisme, khususnya di kalangan anak dan remaja.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Densus 88 Antiteror Polri, Kompol Dandung Pratidina Panji Asmoro Sakti, S.I.K, yang menyampaikan gambaran umum mengenai perkembangan paham radikalisme serta tantangan pencegahannya di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.
Dalam pemaparannya, Kompol Dandung menekankan bahwa paham radikalisme mengalami dinamika yang terus berkembang dan tidak selalu tampil dalam bentuk yang mudah dikenali. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan bersama serta penguatan peran keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam melakukan pencegahan sejak dini.
Sementara itu, Ketua FKPT Jawa Timur, Prof. Dr. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag, menyampaikan bahwa kajian ini merupakan langkah strategis FKPT Jatim dalam menyikapi temuan kasus tersebut sekaligus meningkatkan kapasitas internal pengurus dalam membaca dan merespons perkembangan paham radikalisme.
“Kajian ini kami selenggarakan sebagai upaya meningkatkan wawasan dan kewaspadaan terhadap perkembangan paham radikalisme yang terus berkembang, khususnya di ruang virtual yang sangat dekat dengan kehidupan anak-anak dan remaja,” ujar Prof. Husniyatus kepada lensadakwah.com.

Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan berbagai pihak secara berkelanjutan melalui pendekatan edukatif, persuasif, dan kolaboratif.
Dalam kajian tersebut, FKPT Jawa Timur juga membahas sejumlah rencana tindak lanjut, di antaranya penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait, serta optimalisasi kegiatan sosialisasi berbasis komunitas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat.
Melalui kajian ini, FKPT Jawa Timur berharap terbangun sinergi yang lebih solid antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mencegah penyebaran paham radikalisme sejak dini, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan menjaga masa depan generasi muda di Jawa Timur. Arifin