LENSADAKWAH.COM – Surabaya. Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur menggelar Rapat Evaluasi Program Kegiatan Tahun 2025 pada Selasa, 6 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya evaluasi menyeluruh terhadap program-program yang telah terlaksana maupun yang belum terealisasi, sekaligus merumuskan keberlanjutan dan penguatan program FKPT Jawa Timur pada tahun 2026 agar dapat berjalan lebih baik dan berdampak luas.

Rapat evaluasi tersebut berlangsung di rumah Hj. Faridatul Hanum, Kepala Bidang Perempuan dan Anak FKPT Jawa Timur, yang berlokasi di Jalan Jemursari Masjid, Surabaya. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus dan satuan tugas FKPT Jawa Timur.
Ketua FKPT Jawa Timur, Prof. Dr. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag., yang akrab disapa Prof. Titik, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus dan satgas FKPT Jawa Timur atas dedikasi serta kerja keras yang telah ditunjukkan sepanjang tahun 2025. Menurutnya, berkat kerja kolektif dan semangat kebersamaan tersebut, berbagai program FKPT dapat berjalan dengan baik meskipun dihadapkan pada beragam tantangan.
“Terima kasih kepada seluruh pengurus dan satgas yang telah bekerja dengan penuh semangat dan komitmen. Program-program FKPT Jawa Timur di tahun 2025 secara umum berjalan dengan baik. Ke depan, saya berharap pelaksanaan kegiatan di tahun 2026 dapat berjalan lebih optimal dan semakin berdampak bagi masyarakat,” ujar Prof. Titik.
Lebih lanjut, Prof. Titik menjelaskan bahwa pada periode mendatang FKPT Jawa Timur akan memfokuskan program pada penguatan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun swasta, serta organisasi kemasyarakatan, keagamaan, dan kepemudaan. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk memperluas jangkauan program pencegahan terorisme dan menangkal berkembangnya paham radikal di tengah masyarakat.
Terkait program pencegahan, FKPT Jawa Timur menegaskan bahwa kegiatan pelatihan dan sosialisasi pencegahan radikalisme akan tetap berjalan. Namun, ke depan diharapkan terjadi pergeseran peran, di mana masyarakat, tokoh agama, dai, serta elemen komunitas lainnya semakin sadar dan aktif mengambil peran sebagai pelaksana utama di lingkungannya masing-masing. FKPT akan berfungsi sebagai fasilitator, penguat kapasitas, dan penghubung antar pemangku kepentingan.
Melalui pendekatan tersebut, FKPT Jawa Timur berkomitmen untuk mendorong keterlibatan masyarakat secara menyeluruh pada semua lapisan, mulai dari perempuan, anak, pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga komunitas akar rumput. Pelibatan aktif masyarakat diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial dan menciptakan lingkungan yang lebih waspada, inklusif, serta resilien terhadap pengaruh paham radikal dan terorisme.
Rapat evaluasi ini menjadi momentum penting bagi FKPT Jawa Timur untuk terus berbenah, memperkuat kolaborasi, serta memastikan program pencegahan terorisme di Jawa Timur berjalan secara berkelanjutan dan berbasis partisipasi masyarakat. Muchamad Arifin