Merauke, Perjalanan dakwah Ramadan yang dilakukan Kabid Penelitian dan Asisten Penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Jawa Timur pada 10–11 Maret 2026 ke Merauke menghadirkan pengalaman yang mengesankan sekaligus menggugah rasa kebangsaan. Di kota yang berada di ujung timur Indonesia dan berbatasan langsung dengan Papua Nugini tersebut, keduanya menyaksikan secara langsung wajah Indonesia yang damai dalam keberagaman.

Ramadan di Merauke terasa istimewa. Di tengah kehidupan masyarakat yang terdiri dari beragam ras, suku, agama, dan warna kulit, suasana kebersamaan tampak begitu kuat. Perbedaan bukan menjadi sekat yang memisahkan, melainkan menjadi jembatan yang memperkaya kehidupan sosial masyarakat.
Dalam perjalanan dakwah tersebut, mereka melihat bagaimana komunitas pendatang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk masyarakat transmigrasi, hidup berdampingan dengan masyarakat asli Papua. Kehidupan yang rukun tampak dalam interaksi sehari-hari—di lingkungan permukiman, pasar, hingga ruang-ruang sosial lainnya. Semangat saling menghargai dan menghormati menjadi nilai yang dijaga bersama.
Bagi kedua pengurus FKPT Jawa Timur ini, Merauke menghadirkan pelajaran berharga tentang makna persatuan. Di wilayah perbatasan negeri, nilai-nilai kebangsaan justru terasa begitu kuat. Kehidupan masyarakat yang harmonis menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan apabila dilandasi oleh rasa persaudaraan dan saling pengertian.
Perjalanan dakwah Ramadan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan juga menjadi refleksi bahwa di ujung timur Indonesia, semangat persatuan tetap terjaga. Merauke seolah menjadi cermin kecil Indonesia—tempat di mana perbedaan menyatu dalam satu ikatan kebangsaan yang kokoh, Indonesia. 🇮🇩✨