Kajian Jelang Ramadan di Masjid At-Taqwa Pogot: Menguatkan Bekal Puasa Sesuai Hadits Shahih dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah
SURABAYA. LENSADAKWAH.COM – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Masjid At-Taqwa Pogot menggelar Kajian Rutin Ahad (15/2/2026) dengan tema khusus “Kupas Tuntas Seputar Ramadhan Perspektif Hadits.” Kajian yang menghadirkan Ustadz Khoirul Faizin, Lc., M.Ag. ini menjadi momentum penting bagi jamaah untuk memperdalam pemahaman puasa berdasarkan hadits-hadits shahih sesuai manhaj tarjih Muhammadiyah.

Dalam pemaparannya, Ustadz Khoirul Faizin menegaskan bahwa puasa Ramadan adalah ibadah agung yang memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad ﷺ:
“Islam dibangun di atas lima perkara… (di antaranya) berpuasa Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menegaskan bahwa puasa bukan sekadar amalan sunnah, melainkan rukun Islam yang wajib ditunaikan setiap Muslim yang memenuhi syarat.
Terkait batas waktu puasa, beliau mengingatkan hadits shahih tentang ketentuan waktu:
“Jika malam telah datang dari arah sini dan siang telah pergi dari arah sana serta matahari telah terbenam, maka orang yang berpuasa telah berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits tersebut menjadi pedoman tegas bahwa puasa dimulai sejak terbit fajar (Subuh) hingga terbenam matahari (Maghrib), sebagaimana dipahami dalam manhaj tarjih Muhammadiyah yang berpegang pada dalil shahih dan pendekatan ijtihad yang terukur.
Tak hanya menjelaskan hukum dan batasan waktu, kajian ini juga mengupas hal-hal yang harus dijaga selama berpuasa. Di antaranya menjaga lisan, menahan amarah, serta menghindari perbuatan sia-sia. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh pada puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum.” (HR. Bukhari).
Hadits ini menjadi pengingat bahwa esensi puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga membentuk ketakwaan dan akhlak mulia.
Ketua Takmir Masjid At-Taqwa, Ustadz Muchamad Arifin, kepada media menyampaikan, bahwa pentingnya kajian ini sebagai bekal menyongsong Ramadan. “Jangan sampai ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadan hanya mendapatkan haus dan lapar serta pujian manusia, tetapi tidak mendapatkan pahala di sisi Allah,” tegasnya. Ia berharap melalui kajian ini, jamaah memiliki pemahaman yang lurus dan bekal yang kuat agar ibadah Ramadan dijalankan secara sempurna sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Kajian jelang Ramadan ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Jamaah yang hadir tampak khidmat menyimak setiap penjelasan, menyadari bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan emas meraih ampunan dan pahala berlipat ganda.
Melalui penguatan dalil-dalil shahih dan pendekatan tarjih yang sistematis, Masjid At-Taqwa Pogot berkomitmen menghadirkan kajian yang mencerahkan dan membimbing umat agar Ramadan tidak berlalu sia-sia, melainkan menjadi jalan menuju derajat takwa yang hakiki.
Penulis: Arifin