LENSADAKWAH.COM – Surabaya. Langit Surabaya masih berselimut pagi ketika 156 siswa kelas V dan VI SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) berkumpul dengan wajah berbinar, Senin (23/2/2026). Halaman sekolah tak hanya dipenuhi tas dan koper, tetapi juga doa yang lirih terucap dari para orang tua yang mengantar putra-putrinya. Hari itu, mereka bersiap mengikuti kegiatan Darul Arqom selama dua hari di SMP Aisyiyah Boarding School Malang (ABSM), Lawang, Kabupaten Malang.

Perjalanan menuju Lawang terasa istimewa. Rombongan diberangkatkan menggunakan kendaraan Dinas Angkatan Laut (Disang), menghadirkan pengalaman berbeda yang membekas di hati para siswa. Bagi mereka, ini bukan sekadar perjalanan, melainkan kebanggaan dan semangat baru untuk belajar lebih dalam tentang makna kebersamaan dan kedisiplinan. Canda dan tawa mengiringi langkah kecil mereka menuju ruang pembelajaran yang lebih luas.
Setibanya di ABSM, udara sejuk Lawang menyambut hangat rombongan Mumtas. Hari pertama kegiatan dipusatkan di kawasan Agro Land yang asri dan menenangkan—sebuah ruang terbuka yang menghadirkan suasana reflektif sekaligus menyenangkan.
Pembukaan Darul Arqom berlangsung khidmat namun tetap hangat. Rangkaian acara dikemas variatif dan interaktif: gim edukatif yang melatih kekompakan, teka-teki yang mengasah daya pikir, hingga dinamika kelompok yang menanamkan nilai kerja sama tanpa terasa menggurui. Anak-anak belajar dengan cara yang menggembirakan, sebagaimana ruh pendidikan Muhammadiyah yang mencerahkan.
Ketua pelaksana, Siti Wulandari, S.H., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Darul Arqom bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang silaturahmi dan penguatan nilai bagi keluarga besar Muhammadiyah.
“Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan kelancaran rezeki untuk kita semua,” tuturnya penuh harap.
Sementara itu, Kepala SD Mumtas, M. Khoirul Anam, M.Pd.I., memberikan pesan mendalam kepada para siswa. Ia menekankan bahwa pengalaman tinggal di lingkungan boarding school adalah sekolah kehidupan yang sesungguhnya—tempat karakter ditempa dan akhlak dibentuk.
“Anak-anakku, di sini kalian belajar lebih dari sekadar bangun pagi atau antre kamar mandi. Kalian belajar sabar, belajar berbagi, belajar tertib, dan belajar taat. Di sinilah akhlak kalian dibentuk,” pesannya, yang disambut anggukan serius para peserta.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak semata ditentukan oleh kecerdasan akademik. “Orang sukses bukanlah yang paling pintar, melainkan yang paling disiplin dan paling kuat akhlaknya,” tegasnya.
Apresiasi turut datang dari Ketua PDA Kabupaten Malang, Sri Subekti, M.Pd., yang secara resmi membuka kegiatan. Ia memandang Darul Arqom sebagai langkah strategis membangun generasi berkarakter sejak usia sekolah dasar—generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan sosial.
Dua hari mungkin terasa singkat. Namun di Lawang yang sejuk, 156 hati muda tengah berproses. Mereka pulang bukan sekadar membawa kenangan perjalanan, tetapi juga nilai disiplin, kemandirian, dan akhlak mulia—bekal penting untuk menapaki masa depan.
Afuw Elkhoir