SURABAYA. LENSADAKWAH.COM – Suasana Ahad pagi, 15 Februari 2026, di halaman Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Buya Hamka terasa berbeda. Di asrama yang berlokasi di Jalan Gembong Sawah Barat I No. 19, tepat di belakang Perguruan Muhammadiyah Kapasan, tawa anak-anak berpadu dengan langkah para tamu yang datang membawa cinta dalam bentuk nyata.

Hari itu, rombongan Majelis Taklim Pengajian Khoirun Nisa hadir untuk berbagi kebahagiaan. Turut serta dalam kunjungan tersebut Drs. H. Said Yasna dan Rusmini. Kedatangan mereka bukan sekadar silaturahim, tetapi juga membawa amanah kebaikan yang begitu berarti.
Sebesar Rp12.000.000 diserahkan untuk mendukung pembangunan asrama LKSA Buya Hamka, santunan anak yatim dan kurang mampu, serta untuk Masjid An-Nur. Bantuan itu bukan hanya angka, melainkan harapan yang disemai—harapan agar anak-anak binaan dapat tumbuh dalam lingkungan yang lebih layak, nyaman, dan penuh kasih.
Sebanyak 20 santri binaan menerima santunan secara langsung. Wajah-wajah polos itu tampak sumringah. Ada yang tersenyum malu, ada pula yang tak henti mengucap terima kasih. Bagi mereka, perhatian dan kepedulian seperti ini adalah energi besar untuk terus belajar, bermimpi, dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri.
Drs. H. Said Yasna menyampaikan rasa bangganya bisa bersilaturahim dan melihat langsung progres pembangunan asrama. Menurutnya, menyaksikan secara nyata perkembangan yang ada menjadi kebahagiaan tersendiri. “Kami sangat bangga bisa hadir dan melihat langsung pembangunan ini,” ungkapnya dengan penuh haru.
Di sisi lain, Kepala Panti LKSA Buya Hamka, Thoriq Maahmudin, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kunjungan dan kepedulian yang diberikan. Ia menegaskan bahwa dukungan seperti ini menjadi penyemangat bagi pengurus untuk terus berikhtiar memberikan yang terbaik bagi anak-anak binaan.
Thoriq juga mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama menanam amal jariyah melalui donasi demi keberlanjutan pembangunan dan pendidikan anak-anak di LKSA Buya Hamka.
Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak selalu harus besar untuk berarti.
Ketulusan, perhatian, dan kebersamaan adalah fondasi yang menguatkan. Dari sudut kecil di Simokerto, secercah cahaya harapan terus menyala—ditopang oleh tangan-tangan dermawan yang percaya bahwa masa depan anak-anak adalah tanggung jawab bersama.
Dan di Ahad yang penuh berkah itu, kebahagiaan benar-benar terasa sederhana, namun begitu bermakna.
Penulis: Thoriq
Editor : M. Khoirul Anan