LENSADAKWAH.COM – Masjid At-Taqwa Pogot Surabaya bersama Masjid Al-Furqan Patuk Donomulyo selenggarakan shalat Idul Fitri di Jalan Raya Platuk Donomulyo Surabaya. Senin, 1 Syawal 1446 H/31 Maret 2025 M.

Sekitar tiga ribuan Jamaah shalat Idul Fitri yang memenuhi sepanjang Jalan Raya Platuk Donomulyo tersebut nampak tertip dan rapi serta kusu’ mengikuti jalannya pelaksanaan shlalat maupun saat khutbah berlangsung yang disampaikan oleh Kyai H. Muhammad Nawawi, M.Si dari Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhmadiyah Jawa Timur.
Dalam khutahnya ustad Nawawi menyampaikn, Seandainya tidak ada Ramadan dan Idul Fitri, umat Islam mungkin akan kehilangan salah satu sarana utama dalam penyucian diri dan peningkatan ketakwaan. Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, di mana Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Tanpa Ramadan, latihan menahan hawa nafsu, kesabaran, serta refleksi spiritual yang intens mungkin tidak akan sekuat seperti saat ini. Selain itu, kesempatan untuk memperoleh ampunan dari Allah dalam jumlah yang lebih besar juga akan berkurang, sebagaimana dalam hadis Rasulullah SAW:
“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Begitu pula dengan Idul Fitri, yang merupakan hari kemenangan setelah sebulan penuh beribadah. Tanpa Idul Fitri, umat Islam tidak akan memiliki momen khusus untuk merayakan keberhasilan mereka dalam menjalankan ibadah Ramadan dan kembali kepada fitrah. Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap kaum memiliki hari raya, dan ini adalah hari raya kita.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain sebagai tanda syukur, Idul Fitri juga menjadi momen mempererat persaudaraan melalui silaturahmi dan saling memaafkan. Tanpa perayaan ini, kebiasaan umat Islam dalam mempererat hubungan keluarga dan sosial bisa berkurang, padahal Islam sangat menekankan pentingnya persaudaraan dan saling memaafkan, seperti dalam hadis:
“Tidaklah halal bagi seorang Muslim untuk mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain itu, tanpa Ramadan dan Idul Fitri, tradisi zakat fitrah juga tidak akan ada. Padahal zakat fitrah memiliki peran penting dalam membersihkan jiwa dan membantu kaum fakir miskin. Rasulullah SAW bersabda:
“Zakat fitrah itu menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor serta sebagai makanan bagi orang miskin.” (HR. Abu Dawud)
Oleh karena itu, tanpa Ramadan dan Idul Fitri, umat Islam akan kehilangan salah satu pilar penting dalam ibadah, kepedulian sosial, serta kebersamaan yang menjadi bagian dari ajaran Islam.