LENSADAKWAH.COM. Surabaya – Halaman SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) di Jalan Sidoyoso IX/14–16, Simokerto, tampak lebih semarak dari biasanya. Selasa, 10 Februari 2026, sekolah yang dikenal dengan tagline “Sekolah Generasi Qur’ani” ini menggelar Mumtas Festival 2026 dalam rangka memperingati Milad ke-60. Tawa anak-anak, warna-warni dekorasi, dan semangat kebersamaan menyatu, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kegembiraan.

Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun, Mumtas Festival menjadi ruang kebersamaan yang menghadirkan semangat pendidikan, kompetisi yang sehat, kepedulian sosial, serta panggung apresiasi bagi potensi anak-anak. Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Qur’ani Cakap dalam Berakhlak, Cerdas, dan Berprestasi”, festival ini merefleksikan komitmen SD Mumtas dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul secara karakter dan prestasi.
Salah satu rangkaian utama festival adalah lomba antar-TK se-Kota Surabaya. Beragam kategori dilombakan, mulai dari salat berjamaah, adzan, mewarnai, hingga tahfidz. Sebanyak 241 peserta cilik turut ambil bagian, menghadirkan suasana yang ceria, penuh antusias, sekaligus mengharukan. Dari wajah-wajah polos itu tampak keberanian yang mulai tumbuh—berani tampil, berani belajar, dan berani mencoba sejak usia dini.
Di sisi lain, para orang tua yang mendampingi turut menikmati hiburan edukatif melalui pentas seni yang menampilkan seluruh kegiatan ekstrakurikuler SD Muhammadiyah 10 Surabaya. Panggung ini menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki potensi unik yang patut diapresiasi, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga seni, kreativitas, dan kepercayaan diri.
Kemeriuhan festival semakin lengkap dengan hadirnya bazar yang melibatkan wali murid dan para sponsor. Stand-stand bazar tak sekadar menjadi ruang transaksi, tetapi juga wadah interaksi yang mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong keluarga besar Mumtas.
Yang paling menyentuh, Mumtas Festival 2026 juga diwarnai dengan kegiatan bakti sosial berupa pembagian 100 paket sembako kepada warga sekitar Sidoyoso. Di sinilah makna milad terasa lebih dalam: sekolah hadir bukan hanya untuk mendidik siswanya, tetapi juga untuk berbagi dan memberi manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Selain itu, festival ini juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis hasil kerja sama dengan Parahita Surabaya. Layanan tersebut menambah nilai Mumtas Festival sebagai kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala SD Muhammadiyah 10 Surabaya, M. Khoirul Anam, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara.
“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh panitia, guru, orang tua, alumni, dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Kebersamaan hari ini adalah bukti bahwa SD Mumtas tidak berdiri sendiri, tetapi tumbuh dan berkembang bersama masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Milad ke-60 bukan semata perayaan usia, melainkan perayaan kepedulian. Melalui bakti sosial, sekolah menanamkan nilai empati. Melalui lomba TK, sekolah menyambut calon generasi penerus dengan cinta. Dan melalui pentas seni, sekolah meneguhkan keyakinan bahwa setiap anak adalah juara dengan caranya masing-masing.
Apresiasi juga disampaikan oleh Drs. Toha Maksun, MM, dari Majelis DIKDASMEN PCM Simokerto. Menurutnya, Mumtas Festival merupakan kegiatan yang sarat manfaat dan layak menjadi contoh.
“SD Mumtas memiliki banyak kegiatan yang bermanfaat dan sering diberitakan media. Orang tua akan rugi jika tidak menyekolahkan anaknya di sini,” ungkapnya.
Milad ke-60 SD Muhammadiyah 10 Surabaya pun menjadi lebih dari sekadar angka. Ia menjadi penanda perjalanan sebuah sekolah yang terus melangkah—menguatkan karakter, menumbuhkan prestasi, menjaga nilai-nilai Qur’ani, serta menghadirkan pendidikan yang ramah, unggul, dan penuh cinta.
Afuw Elkhoir