Kajian Inspirasi Shubuh Masjid At-Taqwa: Puasa, Menahan Diri untuk Meninggikan Derajat Taqwa
LENSADAKWAH.COM. Surabaya — Suasana khusyuk menyelimuti Masjid At-Taqwa Pogot Surabaya, Rabu pagi (11/2/2026), saat jamaah memenuhi shaf Shalat Shubuh berjamaah yang dilanjutkan dengan Kajian Inspirasi Shubuh. Kajian kali ini mengangkat tema reflektif dan relevan menyambut Ramadhan, “Puasa: Menahan Diri untuk Meninggikan Derajat Taqwa”, bersama Ust. Muchamad Arifin.

Dalam kajiannya, Ust. Muchamad Arifin menekankan bahwa puasa bukan sekadar ibadah menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pendidikan ruhani yang Allah siapkan untuk mengangkat derajat manusia. Puasa melatih pengendalian diri, kejujuran batin, dan kesadaran bahwa setiap langkah hidup selalu dalam pengawasan Allah.
Ia mengingatkan jamaah bahwa tujuan utama puasa telah ditegaskan langsung oleh Allah dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat ini, menurutnya, menjadi penegasan bahwa puasa bukan tujuan akhir, melainkan jalan menuju derajat tertinggi seorang hamba, yaitu taqwa.
Lebih lanjut disampaikan bahwa taqwa adalah ukuran kemuliaan sejati di sisi Allah, bukan harta, jabatan, atau popularitas. Hal ini sejalan dengan firman Allah yang menyatakan bahwa manusia paling mulia adalah mereka yang paling bertaqwa. Karena itu, puasa sejatinya adalah sarana untuk melatih diri agar mampu menundukkan hawa nafsu dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Ust. Muchamad Arifin juga mengingatkan bahwa puasa akan kehilangan nilainya jika tidak berdampak pada sikap dan perilaku. Rasulullah pernah mengingatkan bahwa orang yang berpuasa namun masih gemar berdusta dan berbuat buruk, tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan dahaga. Pesan ini menjadi refleksi mendalam agar Ramadhan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi momentum perubahan diri.
Menariknya, kajian ini juga menyoroti sisi sosial puasa. Di saat seorang muslim diperintahkan menahan diri, pada saat yang sama ia justru diajak untuk memperbanyak berbagi. Rasa lapar diharapkan melahirkan empati, dan kesabaran menumbuhkan kepedulian kepada sesama, tanpa disertai rasa sombong atau ingin dipuji.
Kajian yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh perenungan ini ditutup dengan doa menyambut Ramadhan, memohon agar bulan suci yang akan datang benar-benar menjadi jalan perubahan, pengampunan dosa, dan peningkatan derajat taqwa.
Kajian Inspirasi Shubuh Masjid At-Taqwa ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan, tetapi tentang memperbaiki diri, mendekatkan hati kepada Allah, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Sebuah bekal ruhani yang berharga bagi jamaah dalam menyongsong bulan penuh berkah.