SURABAYA. Lensadakwah.com – Dalam suasana hangat pasca-Idulfitri 1447 H/2026 M, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur melakukan kunjungan silaturahmi ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang halal bihalal, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar lembaga dalam upaya pencegahan radikalisme, khususnya di kalangan anak dan remaja.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua FKPT Jawa Timur, Prof. Husniyatus Salamah Zainiyati, bersama jajaran pengurus, dan disambut hangat oleh Kepala Bakesbangpol Jawa Timur, Eddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM, beserta staf. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab namun tetap produktif, membahas berbagai isu strategis terkait penguatan ketahanan ideologi masyarakat.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi FKPT dalam menjalankan peran strategisnya dalam pencegahan radikalisme di daerah. Namun demikian, pihaknya tetap optimistis dapat berkontribusi melalui penguatan kolaborasi lintas sektor sebagai strategi alternatif di tengah keterbatasan sumber daya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bakesbangpol Jawa Timur, Eddy Supriyanto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif silaturahmi yang dilakukan FKPT. Ia menegaskan komitmen Bakesbangpol untuk terus membuka ruang komunikasi dan kerja sama dengan berbagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat ketahanan ideologi masyarakat.
Lebih lanjut, Bakesbangpol Jawa Timur merencanakan forum koordinasi lintas sektor yang akan digelar pada April 2026, melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Sosial, FKPT, BNPT, serta lembaga terkait lainnya. Forum ini diharapkan menjadi ruang diskusi konstruktif dalam merespons meningkatnya paparan radikalisme di kalangan generasi muda, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial.
Pertemuan ini menegaskan bahwa upaya pencegahan radikalisme membutuhkan pendekatan komprehensif dan terintegrasi, tidak hanya melalui aspek keamanan, tetapi juga melalui strategi edukatif, sosial, dan kultural. Sinergi antar lembaga menjadi kunci dalam menciptakan program yang responsif dan berkelanjutan.
Selain pembahasan strategis, kegiatan juga diwarnai dengan suasana kekeluargaan melalui ramah tamah dan peninjauan fasilitas di lingkungan Bakesbangpol Jawa Timur. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi ke depan.
Melalui semangat sinergi dan inovasi, FKPT Jawa Timur dan Bakesbangpol Jawa Timur optimistis bahwa berbagai tantangan dapat dihadapi secara kolektif, guna mewujudkan masyarakat yang inklusif, toleran, dan tangguh terhadap pengaruh ideologi radikal. Arifin




