Beranda / Umum / BERLATIH MENUJU KEBIASAAN

BERLATIH MENUJU KEBIASAAN

Lensadakwah.com – Seseorang yang dilatih satu perilaku selama tiga pekan, maka akan menjadi kebiasaan. Inilah yang disampaikan oleh ustad Nurcholis Huda dalam muqoddimah ceramahnya pada acara Halal bi Halal di Masjid At-Taqwa Pogot Surabaya. Rabu, 3 Mei 2023.

Ustad Nurcholis Huda

Kegiatan Halal bi Halal ini merupakan kegiatan pembukakan dari rangkaian kegiatan lainnya yang ada di Masjid At-Taqwa Pogot Surabaya.

Diantara kegiatan rutinnya adalah :

1.  Kajian Rutin Rabu ba’da Shubuh yang diasuh oleh ustad Nurcholis Huda

2. Kajian Ahad Ba’da Maghrib 

3. Kajian Tarjim Khusus Ibu-ibubyang diasuh oleh ustad Muchamad Arifin.

4. Kajian Remaja

Selanjutnya ustad Nurcholis menceritakan seorang anak yg setiap akan tidur disuruh
gosok gigi. Maka setelah 21 hari tanpa disuruh
dia akan menggosok gigi.

Seorang yg memakai kaki palsu, setelah 21
hari maka dia tidak lagi merasa memakai kaki
palsu. Sudah terbiasa.

Lanjut ustad Nurcholis menyampaikan , bahwa dalam Puasa kita kita dilatih banyak
perbuatan baik selama satu bulan, lebih lama
daripada 21 hari. Apakah yang membekas selama Ramadhan tersebut.


Latihan terpenting adalah kejujuran dan
mengendalikan diri. Hari ini terasa makin
langka.

Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan. QS. Ali Imran: 134

Latihan lainnya ialah antara lain:
1). Gemar berinfak
2). Bisa Manahan marah
3). Bersedia memaafkan orang lain

Asal Mula istilah Halal Bi Halal
  • Halal Bi Halal: Th.1948tokohpolitiktdkmauakordan

    tidak mau duduk semeja. Ada banyak pemberontakan

  • BungKarnomemanggilduapenasehatnya:KHWahab
    Hasbullah — KH A Badawi

  • Salingmenyalahkanitudosa,dosaituharam.Lawan
    haram itu halal.

  • Merekaharusduduksatumeja.Salingmemafkan,saling
    menghalalkn.

  • Nanti pertemuan kita beri nama: Halal bi Halal.
    Jangan nama silatur rahim, tidak lagi menarik. Terlalu
    biasa. 

  • Idul Fitri dalam ungkapan jawa:

  • Janur = sejatining Nur (cahaya)

  • Kupat = laku papat yaitu

  • Lebar= Puasanya tuntas/selesai

  • Lebur= Hilang segala prilaku buruk

  • Luber= kebaikannya melimpah (Kesalihan
    ritual dan kesalihan sosial)

  • Labur=bersihbercahayasepertidicatulang

  • Riyaya Kupat= dari kt Kufah = sempurna

  • Lepet = dari kata Luput artinya salah 

  • Empat Ciri Manusia

  • 1.Manusia bisa tersenyum-Hewantidak

  •  Marilah tersenyum supaya tetap menjadi manusia

  • Senyum tulusmu kpd sdrmu adalah sedekah

  •  Ini sebenarnya peringatan keras. Orang tidak punya
    malu dianggap tidak lagi manusia. Boleh berbuat apa
    saja, bebas seperti binatang
     

  • Jika kamu tdk punya rasa malu, maka berbuatlah
    sesukamu.

  • 2.Manusia punya rasa malu.–kucing tidak punya malu

  • 3. Manusiapunyaakaldanberfikir

  • Hewan tidak punya akal dan tidak berfikir.

  •  Orang yang hanya mengunakan nafsu dan tidak mau menyimak
    dan berfikir dikatakan al Quran seperti binatang.
    ََََ

  • Apakahkamumengirasebagianbesarmerekaitu
    mendengar dan berfikir? Tidak! Tidak lain mereka seperti
    binatang bahkan lebih sesat jalannya
    ( Al Furqan/25: 44)

  • 4. Manusiaberagama,hewantidak

  •  Manusia diikat oleh syariat dan akhlak,hewan tidak 

  • Jadi manusia itu harus bisa tersenyum, punyarasa malu,
    bisa berfikir dan taat beragama

  • Banyakorangkehilanganjatidirinyasbgmanusiakarena
    mengubah orientasi hidupnya. Ada yang menjadi:

  • Abdul fulus = hamba uang

  • Abdul kursi = hamba jabatan

  • Abdul mahabbah = hamba asmara

  • Abdul masyhur=hamba popularitas

  • Sedang jati diri manusia sangat
    mulia yaitu menjadi

  • Abdullah= hamba Allah

  • Setelah Ramadan

  • Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangan
    (puasa 1 bulan) dan hendaklah kamu mengagungkan
    Allah atas petunjuk Nya yang diberikan kepadamu
    agar kamu besyukur
    ” (QS.Al-Baqarah 185)

  •  1.Menyempurnakanbilanganpuas.

  • 2.MengagungkanAllah(takbir)

  • 3.Bersyukur. 

  • TAKBIR ITU LAWAN TAKABUR

  • “Tidakmasuksorgaorangygdalamhatinyaadarasa
    sombong meskipun amat kecil. Seorang laki2 menyahut: Ada
    orang yg suka pakaian bagus dan sepatu bagus. (Apa itu
    termasuk sombong?) Nabi menjawab: Allah itu Maha Indah
    dan suka pada keindahan. Sombong adalah menolak
    kebenaran dan meremehkan orang
    (HR Ahmad, Ibnu Hibban) 

  • Bersyukur

  •  “Karena itu ingatlah kepada Ku niscaya Aku ingat kepadamu

  • Bersyukurlah kpd Ku dan jangan ingkari nikmatku” 

  • Dan ingatlah Ketika Tuhanmu mengumumkan, jika kalian
    bersyukur maka sungguh pasti Aku tambah kaarunia Ku.
    Namun jika kalian kufur maka sungguh azabku amat pedih 
    (Ibrahim ayat 7) 

  • Agar bersyukur:

  • Pikirkan yang sdh kita miliki, bukan yang
    kita inginkan.

  • Bayangkan jika segalanya tak ada

  • Fokus pd kelebihan, bkn pd kekurangan.

  • Ketika mendapat rahmat, tanyakan: “mengapa
    saya?”, ketika mendapat musibah tanyakan
    “hikmah apa yg saya dapatkan?”

  • Menggunakan semua potensi kita untuk
    kebaikan

  • Terima kasih:. Terima lalu kasih 

  • Pentingnya Silaturrahim

  • Rasulullah bersabda: “Tidak bakal masuk sorga orang •
    yang memutuskan silaurrahim” (Muttafaq alaih)

  • Siapa yang suka diperluas rizkinya dan dipanjangkan •
    usianya maka sambunglah silaturrahim (Bukhari) 

  • Berbuat Ihsan

  •  Dan berbuatlah ihsan kapda kedua orangtua

  • Al-Ihsan: 

  • 1. berbuat baik kpd orang yg berbuat baik kepada
    kita

  • 2.Berbuatbaikkpdorangyangbersalahkpdkita

  • 3.Berbuatlebihbaikdibandingkankebaikanygkitaterima

  • Ihsan dlm akhlak kpd orang tua juga mengandung pemaafan

  • Jikaorangtuaberbuatsalahkpdkitamakamaafkanlahdan
    anggap tidak pernah ada 

  • Berbuat baik jangan pura-pura
    akan merugikan diri sendiri 

  • Siapa yg tdk bisa menyayangi yang kecil dan
    tidak tahu menghargai hak yang lebih tua,
    maka dia bukan bagian dari pengikutku

  • Dua kesalahan yang Allah akan segera
    balasannya didunia

  •  Yaitu berbuat sewenang-wenang dan
    durhaka kepada orang tua
    .


Sumber: Masjid At-Taqwa Pogot Surabaya.

Tag: