Beranda / Umum / CERITA AWAL TAHUN MASUK SEKOLAH MUMTAS

CERITA AWAL TAHUN MASUK SEKOLAH MUMTAS

Ceria Awal Masuk Sekolah di Mumtas, Hangatnya Halal Bihalal Sambut Semangat Baru

SURABAYA. LENSADAKWA.COM — Suasana pagi di kawasan Sidoyoso tampak berbeda pada Senin (30/03/2026). Area Masjid Jenderal A. Yani dipenuhi langkah-langkah kecil penuh semangat. Hari pertama masuk sekolah pascalibur Idulfitri bagi siswa SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) tidak diisi dengan kegiatan belajar formal, melainkan dengan suasana hangat melalui kegiatan Halal Bihalal.

Kegiatan tersebut dikemas dalam dua gelombang. Siswa kelas 1 hingga 3 mengikuti acara sejak pukul 07.00 hingga 08.30 WIB, sementara kelas 4, 5, dan 6 melanjutkan pada pukul 08.30 hingga 10.00 WIB. Sejak awal, suasana yang dibangun terasa santai dan menyenangkan, sebagai upaya membantu siswa beradaptasi kembali setelah libur panjang.

Balutan busana putih yang dikenakan para siswa memperkuat nuansa suci Idulfitri. Senyum ceria, tawa lepas, dan sapaan hangat antar teman menjadi pemandangan yang mendominasi. Kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghadirkan interaksi aktif melalui permainan dan cerita inspiratif.

Keceriaan semakin terasa dengan kehadiran pendongeng nasional, Rika Yunita Sari, yang akrab disapa Kak Rika. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia anak, ia tampil ekspresif bersama boneka lucu yang langsung menarik perhatian siswa. Anak-anak pun larut dalam cerita yang disampaikan—tertawa, bertepuk tangan, dan aktif merespons pertanyaan.

Alumnus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyisipkan pesan moral tentang pentingnya menjadi generasi Qur’ani, berakhlak mulia, dan semangat menuntut ilmu. Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan cara sederhana dan menyenangkan sehingga mudah diterima anak-anak.

Suasana semakin hangat saat siswa menikmati kue lebaran yang mereka bawa dari rumah. Aneka hidangan seperti nastar, kastengel, dan kue kering lainnya menjadi media kebersamaan. Mereka saling berbagi, bertukar cerita, dan menikmati momen kebersamaan dengan penuh kegembiraan.

Momen Halal Bihalal mencapai puncaknya ketika siswa saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan di kelas. Dengan wajah polos dan tulus, mereka saling memaafkan, menciptakan suasana haru yang sederhana namun penuh makna.

Di tengah kegiatan tersebut, Kepala Sekolah M. Khoirul Anam turut memberikan sambutan. Ia menyapa siswa dengan hangat serta mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebaikan setelah Ramadan.

“Yang paling penting dari Idulfitri adalah kita kembali menjadi pribadi yang lebih baik. Lebih rajin salat, patuh kepada orang tua, dan semangat belajar,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh siswa untuk saling memaafkan dan membuka lembaran baru dengan hati yang bersih. Dalam kesempatan tersebut, ia mewakili para guru menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh siswa.

Kegiatan Halal Bihalal di Mumtas ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi juga momentum menanamkan nilai-nilai Ramadan seperti kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sejak dini. Suasana hangat di awal masuk sekolah ini diharapkan mampu menyalakan kembali semangat belajar siswa dengan lebih kuat.

(Afuw El Khoir)