LENSADAKWAH.COM. Semarang — Dakwah tidak selalu lahir dari mimbar besar dan forum formal. Kadang, ia tumbuh dari lorong-lorong jalanan, dari perjumpaan tulus dengan mereka yang kerap dipinggirkan. Semangat itulah yang mengantarkan Muhammad Iqbal Rahman, Dai Muda Muhammadiyah Jawa Timur asal Kabupaten Mojokerto, meraih Penganugerahan Insan Dakwah untuk Negeri Tahun 2026 kategori Dai Muda Pelopor Dakwah.

Penghargaan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, pada malam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) II LDK PP Muhammadiyah, yang digelar di Semarang, Rabu malam (29/1/2026).
Ustadz Muhammad Iqbal Rahman dikenal luas sebagai dai muda yang piawai merangkul generasi muda dengan pendekatan dakwah yang membumi, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman. Ia konsisten menghadirkan dakwah yang menyentuh persoalan pergaulan anak muda, kegelisahan sosial, hingga pencarian makna hidup, sehingga dinilai memberi kontribusi strategis bagi penguatan dakwah Muhammadiyah.
Meski berdomisili di Kabupaten Mojokerto, Iqbal—sapaan akrabnya—juga aktif berdakwah di Kota Surabaya melalui komunitas Rijalul Khoir, sebuah ruang pembinaan yang ia rintis sejak masih berstatus mahasiswa.
“Rijalul Khoir ini adalah perkumpulan anak punk, anak jalanan, anak marjinal, bahkan gelandangan. Sejak saya kuliah S1 di UIN Surabaya semester tiga, saya membersamai mereka—memberi makan, mengajak ke kegiatan yang lebih asyik dan ramah, lalu pelan-pelan kami beri motivasi, arahan, dan pencerahan,” tutur Iqbal.
Ia mengakui, jalan dakwah yang ditempuhnya tak selalu mudah. Bahkan, tak sedikit pihak yang meragukan dan mengingatkan risiko yang dihadapi.
“Awalnya banyak masyarakat, bahkan teman sendiri, yang meremehkan mereka. Saya juga sempat diminta berhenti berdakwah ke komunitas ini karena dianggap membahayakan. Namun hingga saya melanjutkan S2 di Universitas Muhammadiyah Surabaya, proses ini justru menjadi ruang diskusi, refleksi, dan kami tuliskan dalam artikel jurnal agar dakwah berkemajuan ini semakin meluas,” imbuhnya.
Penganugerahan Insan Dakwah untuk Negeri Tahun 2026 ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi Iqbal sebagai dai muda pelopor dakwah yang berdampak nyata, tidak hanya di ruang mimbar, tetapi juga dalam membangun kesadaran, karakter, dan optimisme generasi muda. Perjalanan dakwah itu ia mulai sejak usia yang relatif sangat muda—sekitar 20 tahun pada 2022 silam.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Iqbal menyampaikan rasa syukur dan harapannya.
“Dalam momentum yang berbahagia ini, saya mendapatkan penghargaan kategori Dai Muda Pelopor Dakwah. Semoga penghargaan ini memberi manfaat, bukan hanya bagi saya pribadi, tetapi juga bagi umat dan masyarakat untuk terus menghadirkan dakwah yang mencerahkan, mencerdaskan, dan menggembirakan,” tulisnya.
RAKORNAS II LDK PP Muhammadiyah mengusung tema “Akselerasi Dakwah Muhammadiyah Terpadu” sebagai forum konsolidasi nasional untuk memperkuat sinergi, integrasi program, serta arah strategis dakwah komunitas Muhammadiyah secara nasional.
Kegiatan yang berlangsung pada 29–31 Januari 2026 di Semarang, Jawa Tengah ini dihadiri oleh unsur Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pimpinan lembaga dan wilayah, serta para penggerak dakwah komunitas. Sejumlah tokoh nasional turut hadir dan memberikan arahan, di antaranya Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., Ketua PP Muhammadiyah Dr. Saad Ibrahim, M.A., Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., serta Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A.
Penghargaan yang diraih Ustadz Muhammad Iqbal Rahman ini diharapkan menjadi penguat semangat dakwah yang mencerahkan, mencerdaskan, dan menggembirakan, sekaligus menegaskan pentingnya peran dai muda Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman dengan keberanian, ketulusan, dan keberpihakan pada kemanusiaan.
penulis: Aksar, editor: Arifin