SURABAYA – Tidak semua orang yang berjasa dalam kesuksesan sebuah acara berdiri di atas panggung, menjadi pusat perhatian kamera, atau dikerumuni jurnalis untuk diwawancarai. Ada sosok-sosok yang memilih bekerja dalam senyap, memastikan setiap detail berjalan sebagaimana mestinya, meski namanya tidak selalu disebut dan wajahnya jarang muncul dalam pemberitaan.

Salah satu sosok itu adalah Fafa Nurcahyo, staf Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, yang turut mengambil peran dalam kegiatan Digital Peace Creator hasil kolaborasi BNPT RI dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur di Convention Hall, Jalan Arief Rahman Hakim, Surabaya, Kamis (22/10/2026).
Di tengah kesibukan acara yang menghadirkan para pelajar untuk membangun kreativitas digital dan memperkuat pesan perdamaian, ada pekerjaan di balik layar yang tidak kalah penting. Mulai dari persiapan, koordinasi, komunikasi dengan berbagai pihak, hingga memastikan rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. Di ruang inilah dedikasi seseorang kerap diuji, bukan oleh banyaknya tepuk tangan, melainkan oleh kesediaannya menuntaskan tanggung jawab.
“Dalam setiap acara, sesungguhnya selalu ada sosok yang jarang tertangkap kamera dan tidak berada dalam antrean jurnalis yang ingin melakukan wawancara. Padahal, kontribusinya menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan tersebut,” ungkap Muchamad Arifin, Kabid Penelitian dan Pengkajian FKPT Jawa Timur.
Menurut Arifin, Fafa Nurcahyo menjadi salah satu sosok yang patut mendapat perhatian karena peran orang-orang di balik layar sering kali luput dari pandangan publik. Padahal, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh mereka yang tampil di depan, tetapi juga oleh mereka yang bekerja dengan tekun di belakangnya.
Tidak Harus Terlihat untuk Memberi Arti
Ada pelajaran penting dari sosok yang bekerja tanpa banyak sorotan: bahwa pengabdian tidak selalu membutuhkan panggung. Tidak semua kerja baik harus diumumkan, tidak semua kontribusi harus berakhir dengan pujian, dan tidak semua orang yang berjasa harus berdiri di depan kamera.
Dalam kegiatan pencegahan radikalisme dan terorisme, kerja kolaboratif semacam ini memiliki arti tersendiri. Membangun kesadaran generasi muda, menguatkan literasi digital, serta mendorong lahirnya konten kreatif yang membawa pesan damai membutuhkan kerja bersama yang panjang. Ada gagasan yang dirancang, komunikasi yang dibangun, dan berbagai detail yang harus diselesaikan sebelum pesan perdamaian sampai kepada para peserta.
Karena itu, menghargai sosok di balik layar bukan sekadar bentuk apresiasi personal. Lebih dari itu, penghargaan tersebut merupakan pengingat bahwa setiap keberhasilan lahir dari kontribusi banyak orang, termasuk mereka yang memilih bekerja dengan tenang dan penuh tanggung jawab.
Bagi Arifin, kisah seperti ini layak diangkat agar publik tidak hanya melihat kemeriahan sebuah acara, tetapi juga belajar menghargai proses dan orang-orang yang membuatnya mungkin terlaksana.
“Jangan hanya melihat siapa yang berdiri di atas panggung. Sesekali, tengoklah mereka yang bekerja di belakang panggung. Bisa jadi, dari merekalah kita belajar arti ketulusan, tanggung jawab, dan pengabdian yang sesungguhnya,” menjadi pesan reflektif dari kisah tersebut.
Pada akhirnya, keberhasilan tidak selalu diukur dari seberapa sering seseorang disebut, seberapa banyak fotonya beredar, atau seberapa panjang wawancara yang diberikan media. Ada keberhasilan yang tumbuh dari ketekunan, ada pengabdian yang bekerja dalam diam, dan ada kontribusi yang tetap berarti meskipun tidak mendapatkan sorotan.
Fafa Nurcahyo menjadi pengingat bahwa di balik sebuah kegiatan yang sukses, selalu ada tangan-tangan yang bekerja. Mereka mungkin tidak menjadi wajah utama pemberitaan, tetapi peran mereka ikut menentukan apakah sebuah gagasan berhenti sebagai rencana atau benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebab, tidak semua orang hebat harus berada di depan kamera. Sebagian justru menunjukkan kehebatannya dengan memastikan orang lain dapat tampil dan sebuah kebaikan dapat terlaksana.
Penulis: Muchamad Arifin
#DigitalPeaceCreator #BNPTRI #FKPTJawaTimur #FafaNurcahyo #MuchamadArifin #KerjaDalamSenyap #PengabdianTanpaSorotan #InspirasiKebaikan #PencegahanTerorisme #LiterasiDigital #KolaborasiUntukPerdamaian




