Beranda / News / Generasi Berkarakter Tanpa Narkoba, Komitmen SMP Muhammadiyah 15 Surabaya dalam MPLS 2026

Generasi Berkarakter Tanpa Narkoba, Komitmen SMP Muhammadiyah 15 Surabaya dalam MPLS 2026

Surabaya, 14 Juli 2026 – Komitmen membangun generasi yang berkarakter, berprestasi, dan bebas narkoba diwujudkan SMP Muhammadiyah 15 Surabaya melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pada hari kedua MPLS, Selasa (14/7), seluruh peserta didik baru mendapatkan pembekalan khusus mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba yang disampaikan oleh Motivator Nasional Pencegahan Narkotika, Muchamad Arifin.

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam membangun benteng pertahanan sejak dini di tengah semakin masifnya peredaran narkoba yang menyasar anak-anak dan remaja. Melalui penyampaian yang komunikatif dan disertai berbagai contoh kasus nyata, para siswa diajak memahami bahwa narkoba bukan sekadar persoalan hukum, tetapi ancaman serius yang dapat menghancurkan masa depan, kesehatan, keluarga, dan cita-cita.

Kepala SMP Muhammadiyah 15 Surabaya menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan perlindungan peserta didik dari berbagai pengaruh negatif.

“Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati, dan pencegahan jauh lebih murah daripada mengobati. Karena itu, kami berkomitmen menjadikan SMP Muhammadiyah 15 Surabaya sebagai lingkungan belajar yang bersih dan steril dari penyalahgunaan narkoba. Kami tidak hanya mengantarkan anak-anak menjadi pribadi yang cerdas secara akademik dan kuat dalam pendidikan agama, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta mampu menjaga diri dari pergaulan yang merusak,” ujarnya.

Dalam paparannya, Muchamad Arifin mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan diawali oleh perilaku-perilaku berisiko yang sering dianggap sepele. Salah satu pintu masuk yang paling banyak ditemukan adalah kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Kedua perilaku tersebut dapat menjadi awal munculnya rasa ingin tahu untuk mencoba zat-zat lain yang lebih berbahaya.

Menurutnya, remaja perlu memahami bahwa bandar narkoba tidak pernah menawarkan narkoba secara terang-terangan. Mereka memanfaatkan rasa penasaran, tekanan pergaulan, hingga kebiasaan buruk yang telah terbentuk sebelumnya untuk menjerat korbannya. Oleh sebab itu, keberanian mengatakan “tidak” terhadap rokok, minuman keras, dan ajakan negatif merupakan langkah awal dalam melindungi diri dari bahaya narkoba.

Muchamad Arifin juga mengajak para siswa untuk menjadikan iman sebagai fondasi kehidupan, prestasi sebagai kebanggaan, dan lingkungan pergaulan yang positif sebagai benteng pertahanan. Ia menegaskan bahwa generasi muda yang memiliki tujuan hidup, aktif berprestasi, serta dekat dengan nilai-nilai agama akan memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap berbagai bentuk penyimpangan perilaku.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti materi, berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan seputar modus peredaran narkoba di kalangan remaja dan cara menghindarinya.

Melalui pembekalan ini, SMP Muhammadiyah 15 Surabaya berharap para peserta didik baru memiliki pemahaman yang benar mengenai bahaya narkoba sekaligus keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan zat adiktif. Sekolah meyakini bahwa upaya pencegahan yang dimulai sejak dini merupakan investasi terbaik untuk melahirkan generasi yang sehat, berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menjadi penerus bangsa yang berkualitas.