LENSADAKWAH.COM – Surabaya. Di tengah sejuknya suasana Pacet, Mojokerto, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tambaksari menggelar Baitul Arqam 2 dengan tema “Di tengah sejuknya suasana Pacet, Mojokerto, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tambaksari menggelar Baitul Arqam 2 dengan tema “Internalisasi Ideologi Muhammadiyah, Dari Pemahaman Menuju Pengamalan”, Jumat–Sabtu, 16–17 Januari 2026, bertempat di Villa CMA. Kegiatan ini menjadi ruang jeda sekaligus ruang penguatan—tempat kader merenung, belajar, dan meneguhkan kembali alasan mengapa memilih ber-Muhammadiyah.

Suasana semakin hidup ketika Muchamad Arifin, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menyampaikan materi “Ideologi Gerakan Muhammadiyah dan Roadmap Peradaban”. Paparan tidak hanya disampaikan lewat kata-kata, tetapi juga melalui rangkaian multimedia dan video perjalanan dakwah Muhammadiyah di berbagai penjuru negeri. Tayangan tentang dakwah di komunitas marginal, lapas, komunitas mualaf, hingga daerah terpencil 3T membuat suasana cair—kadang mengundang senyum, kadang menahan haru.
Melalui kisah-kisah nyata itu, peserta diajak menyadari bahwa di balik gedung-gedung tinggi dan amal usaha yang megah, Muhammadiyah memiliki dakwah sunyi yang jarang tersorot media, namun justru menjadi jantung pengabdian persyarikatan. Dakwah yang tidak mengejar tepuk tangan, tetapi setia menghadirkan Islam sebagai pelukan, harapan, dan cahaya bagi mereka yang sering terlupakan.
Baitul Arqam 2 ini bukan sekadar agenda kaderisasi, tetapi perjalanan batin—menyegarkan kembali semangat, menumbuhkan kebanggaan, dan memantik tekad untuk terus bergerak. Sebab menjadi kader Muhammadiyah bukan hanya tentang struktur dan program, melainkan tentang keberanian berjalan di jalan dakwah, dengan ilmu, keikhlasan, dan cinta pada kemanusiaan.”, Jumat–Sabtu, 16–17 Januari 2026, bertempat di Villa CMA. Kegiatan ini menjadi ruang jeda sekaligus ruang penguatan—tempat kader merenung, belajar, dan meneguhkan kembali alasan mengapa memilih ber-Muhammadiyah.
Suasana semakin hidup ketika Muchamad Arifin, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menyampaikan materi “Ideologi Gerakan Muhammadiyah dan Roadmap Peradaban”. Paparan tidak hanya disampaikan lewat kata-kata, tetapi juga melalui rangkaian multimedia dan video perjalanan dakwah Muhammadiyah di berbagai penjuru negeri. Tayangan tentang dakwah di komunitas marginal, lapas, komunitas mualaf, hingga daerah terpencil 3T membuat suasana cair—kadang mengundang senyum, kadang menahan haru.
Melalui kisah-kisah nyata itu, peserta diajak menyadari bahwa di balik gedung-gedung tinggi dan amal usaha yang megah, Muhammadiyah memiliki dakwah sunyi yang jarang tersorot media, namun justru menjadi jantung pengabdian persyarikatan. Dakwah yang tidak mengejar tepuk tangan, tetapi setia menghadirkan Islam sebagai pelukan, harapan, dan cahaya bagi mereka yang sering terlupakan.
Baitul Arqam 2 ini bukan sekadar agenda kaderisasi, tetapi perjalanan batin—menyegarkan kembali semangat, menumbuhkan kebanggaan, dan memantik tekad untuk terus bergerak. Sebab menjadi kader Muhammadiyah bukan hanya tentang struktur dan program, melainkan tentang keberanian berjalan di jalan dakwah, dengan ilmu, keikhlasan, dan cinta pada kemanusiaan.