LENSADAKWAH.COM. Surabaya – Masjid Al Ikhlas Wonosari Wetan dipenuhi jamaah shalat tarawih pada Rabu malam, 25 Februari 2026. Dalam suasana khusyuk Ramadhan, kultum disampaikan oleh ustad Muchamad Arifin dengan tema yang menggugah: “Ramadhan Adalah Bulan Proses Menuju Taqwa.”

Dalam tausiyahnya, ustad Muchamad Arifin menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bulan pembinaan diri. “Ramadhan adalah bulan proses. Proses yang dijalankan dengan sempurna akan menghasilkan kesempurnaan, yaitu menuju ketaqwaan,” tuturnya di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan proses sangat ditentukan oleh sistem yang berjalan dengan baik. Dalam konteks Ramadhan, sistem itu meliputi puasa yang dijaga lahir dan batinnya, qiyamurramadhan yang ditegakkan dengan keikhlasan, serta amal-amal sunnah lain yang dihidupkan sepanjang bulan suci. Jika seluruh rangkaian itu berjalan selaras, maka hasilnya adalah peningkatan kualitas iman dan takwa.
Untuk memudahkan pemahaman jamaah, ia memberikan perumpamaan sederhana namun mendalam. Seekor anak ayam dapat menetas dari telurnya karena kesempurnaan proses pengeraman oleh induknya. Begitu pula ulat yang berproses dalam kepompong hingga akhirnya menjadi kupu-kupu yang indah. Semua terjadi karena proses yang dijalani dengan sempurna dan penuh kesabaran.
“Begitulah Ramadhan,” lanjutnya. “Jika kita menjalaninya dengan sungguh-sungguh, menjaga puasanya, menghidupkan malamnya, memperbanyak tilawah dan sedekah, maka insyaAllah kita akan keluar sebagai pribadi yang lebih bertaqwa.”
Kultum yang singkat namun sarat makna itu menambah kekhusyukan malam tarawih. Jamaah tampak menyimak dengan penuh perhatian, menyadari bahwa Ramadhan bukan sekadar ibadah seremonial, tetapi perjalanan spiritual yang menuntut kesungguhan dalam setiap prosesnya.