LENSADAKWAH.COM. Surabaya – Semangat kemerdekaan terasa semakin meriah di lingkungan SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas), Jumat (14/8/2026). Pawai HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diikuti para guru dan siswa kelas 1 hingga 6, tetapi juga melibatkan Ikatan Wali Murid (Ikwam) Mumtas.

Menariknya, Ikwam Mumtas baru saja dikukuhkan sekitar sepekan sebelumnya. Namun, kehadirannya dalam kegiatan sekolah langsung menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat. Para wali murid tidak sekadar hadir sebagai pendamping anak, tetapi mulai mengambil peran sebagai bagian dari keluarga besar Mumtas yang siap mendukung dan menguatkan berbagai program sekolah.
Dengan mengenakan kostum kreatif berbahan daur ulang plastik bernuansa merah putih, para anggota Ikwam tampil penuh semangat. Bersama guru dan siswa, mereka menyusuri jalan dalam suasana penuh keceriaan. Senyum, canda, dan sapaan hangat mewarnai perjalanan pawai.
Kostum yang sederhana dari bahan bekas itu justru menghadirkan pesan yang kuat. Semangat kemerdekaan dapat dirayakan melalui kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus kebersamaan. Barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, melalui kreativitas para wali murid, berubah menjadi busana yang menarik dan sarat makna.
Kebersamaan Ikwam tidak berhenti di pawai. Jumat siang hingga sore, para wali murid kembali terlibat dalam berbagai lomba bersama guru. Suasana pun semakin akrab. Sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar bagi siswa, tetapi juga menjadi ruang bertemunya guru dan orang tua untuk membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, dan menciptakan kegembiraan bersama.
Semangat kebersamaan tersebut akan kembali terlihat pada puncak peringatan kemerdekaan. Ikwam Mumtas dijadwalkan turut hadir dalam upacara bendera pada Senin, 17 Agustus 2026.
Ketua Ikwam Mumtas, Wiwin Sumirat, SE, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh wali murid yang telah berpartisipasi dalam pawai maupun lomba bersama para guru.
“Terima kasih kepada para Ikwam yang sudah ikut pawai dan lomba. Jangan lupa, Senin kita juga ikut upacara. Ayo kita support program sekolah, majukan Mumtas,” pesannya.
Kehadiran Ikwam menjadi energi baru bagi Mumtas. Sebab, pendidikan tidak hanya tumbuh di ruang kelas. Pendidikan akan semakin kuat ketika sekolah dan keluarga berjalan bersama, saling mendukung, dan memiliki visi yang sama untuk menghadirkan pendidikan terbaik bagi anak-anak.
Pawai kemerdekaan akhirnya bukan sekadar perayaan. Di balik merah putih yang berkibar dan keceriaan yang terpancar, tumbuh sebuah semangat baru: sekolah, guru, orang tua, dan siswa adalah satu keluarga yang bersama-sama membangun masa depan.
Dari merah putih kita belajar mencintai negeri. Dari kebersamaan kita belajar membangun masa depan. Bersama Ikwam, bersama guru, bersama siswa—Mumtas terus melangkah, tumbuh, dan menginspirasi.
Humas Mumtas




