Beranda / News / MUMTAS KOBARKAN MERAH PUTIH DENGAN PAWAI KEMERDEKAAN

MUMTAS KOBARKAN MERAH PUTIH DENGAN PAWAI KEMERDEKAAN

LENSADAKWAH.COM. Surabaya – Semangat kemerdekaan terasa begitu kuat di lingkungan SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas), Jumat (15/8/2026). Sekitar 500 peserta yang terdiri atas guru, karyawan, siswa-siswi kelas 1 hingga 6, serta Ikatan Wali Murid (Ikwam) Mumtas mengikuti Pawai Kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi warna merah dan putih. Anak-anak datang dengan kostum bernuansa kemerdekaan. Senyum, tawa, dan keceriaan mereka menjadi warna tersendiri dalam pawai yang menyusuri jalan-jalan di kawasan Sidoyoso.

Dengan langkah penuh semangat, rombongan bergerak bersama. Bendera Merah Putih berkibar di tangan para siswa. Poster bertema kemerdekaan, tulisan HUT ke-81 Republik Indonesia, hingga banner masing-masing kelas turut menghiasi barisan.

Beragam pesan sederhana namun penuh makna terpampang, salah satunya harapan agar Indonesia semakin jaya.
Gegap gempita semakin terasa ketika anak-anak generasi Qurani Mumtas menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Lagu “17 Agustus Tahun 45, Itulah Hari Kemerdekaan Kita” menggema di sepanjang perjalanan. Disusul lagu “Sorak-Sorak Bergembira” yang membuat suasana semakin meriah.

Bukan hanya siswa yang tampil penuh semangat. Ikwam Mumtas juga ikut ambil bagian. Dengan nuansa Merah Putih, para wali murid menunjukkan bahwa spirit kemerdekaan bukan hanya milik anak-anak, tetapi menjadi semangat bersama seluruh keluarga besar sekolah.

Menariknya, kreativitas juga tampak dari busana yang dikenakan sejumlah peserta. Konsep busana daur ulang menjadi pesan tersendiri bahwa merayakan kemerdekaan dapat dilakukan secara kreatif sekaligus peduli terhadap lingkungan.

Sebelum pawai dimulai, Kepala SD Mumtas, M. Khoirul Anam, mengingatkan seluruh peserta tentang makna kemerdekaan yang sesungguhnya.

“Para pahlawan dahulu berjuang dengan mengangkat senjata. Mereka mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan nyawa untuk merebut kemerdekaan. Sekarang tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan cara yang sesuai dengan zaman,” pesannya.

Menurutnya, generasi masa kini tidak harus mengangkat senjata untuk menunjukkan cinta kepada bangsa. Anak-anak dapat berjuang melalui pendidikan.

“Kita isi kemerdekaan dengan mengangkat pena. Kita torehkan karya, belajar sungguh-sungguh, berprestasi, dan menjadi generasi yang berakhlak. Dengan begitu, kita ikut membawa Indonesia menjadi negara yang maju,” tegasnya.

Pawai Kemerdekaan Mumtas akhirnya bukan sekadar perjalanan menyusuri jalan. Ia menjadi pembelajaran nyata bagi anak-anak bahwa kemerdekaan memiliki harga yang mahal dan harus dijaga dengan karya.

Di bawah kibaran Merah Putih, generasi Qurani Mumtas belajar satu hal penting: dulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, kini tugas generasi muda adalah mengisi kemerdekaan dengan ilmu, akhlak, karya, dan prestasi.

Semangat itu pun terus menggema bersama langkah kecil mereka: Merdeka! Indonesia Jaya!

Faren Elkhoir