LENSADAKWAH.COM. Surabaya – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, Prof. Dr. Hj. Husniyatus Salamah Zainiyati, menegaskan bahwa persatuan bangsa merupakan aset berharga yang harus terus dijaga dan dirawat oleh seluruh elemen masyarakat di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Dialog Kebangsaan Bersama Sahabat Deradikalisasi bertema “Ikhtiar Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman” yang diselenggarakan FKPT Jawa Timur bersama Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM Jawa Timur di Surabaya, Kamis (4/6/2026).
Menurut Husniyatus, Indonesia merupakan bangsa yang dianugerahi keberagaman luar biasa, baik dari sisi suku, budaya, bahasa, maupun agama. Keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang telah menjadi fondasi berdirinya bangsa Indonesia dan harus terus dijaga bersama.
“Indonesia dibangun oleh berbagai kelompok yang berbeda-beda, namun memiliki cita-cita yang sama. Karena itu, keberagaman tidak boleh dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai kekuatan yang mempersatukan kita sebagai bangsa,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa menjaga persatuan tidak cukup hanya melalui slogan atau seremonial semata, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, saling memahami, dan saling menjaga satu sama lain.
Menurutnya, ruang-ruang dialog seperti yang digelar FKPT Jawa Timur bersama Muhammadiyah menjadi sangat penting untuk memperkuat kesadaran kebangsaan sekaligus membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.
“Kegiatan seperti ini harus terus dijaga dan diperluas. Dialog menjadi sarana yang efektif untuk membangun saling pengertian, memperkuat persaudaraan, dan mencegah munculnya sikap-sikap yang dapat mengganggu persatuan bangsa,” katanya.
Husniyatus juga memberikan apresiasi kepada para sahabat deradikalisasi yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan kebangsaan menunjukkan semangat untuk terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara.
Ia menegaskan bahwa proses deradikalisasi bukan hanya tentang meninggalkan paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga membangun komitmen baru untuk menjadi bagian dari solusi dalam menjaga kedamaian dan keutuhan bangsa.
“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga Indonesia. Persatuan tidak boleh hanya diwariskan oleh para pendiri bangsa, tetapi harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya melalui keteladanan, dialog, dan kerja sama yang nyata,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Husniyatus mengingatkan bahwa berbagai tantangan kebangsaan yang muncul saat ini, termasuk penyebaran paham intoleran dan ekstremisme, harus dihadapi dengan pendekatan yang mengedepankan edukasi, dialog, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Karena itu, ia berharap sinergi antara FKPT Jawa Timur, Muhammadiyah, para dai, tokoh masyarakat, dan para sahabat deradikalisasi dapat terus diperkuat sebagai bagian dari ikhtiar bersama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Persatuan adalah modal utama bangsa ini. Jika persatuan terjaga, maka Indonesia akan tetap kuat menghadapi berbagai tantangan. Sebaliknya, jika persatuan melemah, maka kita semua akan merasakan dampaknya. Karena itu, menjaga persatuan adalah tugas bersama yang tidak boleh berhenti sampai kapan pun,” tegasnya.
Kegiatan Dialog Kebangsaan tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para peserta berdiskusi mengenai pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman serta memperkuat komitmen kebangsaan sebagai bagian dari upaya merawat Indonesia yang damai, harmonis, dan berkemajuan. Arifin




