Bersama: Ust. Muchamad Arifin
LENSADAKWAH.COM. Surabaya – Semangat Idul Adha tidak seharusnya berhenti ketika gema takbir mereda dan hewan kurban telah selesai disembelih. Pesan inilah yang disampaikan dalam Kajian Inspirasi Subuh yang berlangsung di Masjid Attaqwa Pogot Surabaya, Rabu (3/6/2026), bersama Ustaz Muchamad Arifin.

Mengangkat tema “Kurban Telah Usai, Pengorbanan Belum Berakhir”, kajian ini mengajak jamaah untuk memaknai Idul Adha tidak sekadar sebagai ritual tahunan, melainkan sebagai sarana pendidikan spiritual yang terus relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, Muchamad Arifin menjelaskan bahwa Idul Adha merupakan madrasah kehidupan yang mengajarkan nilai-nilai ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bukan hanya tentang penyembelihan kurban, tetapi tentang kepatuhan total kepada Allah yang diwujudkan melalui pengorbanan yang tulus.
“Dari Nabi Ibrahim kita belajar bahwa ketaatan sejati selalu menuntut pengorbanan. Tidak semua pengorbanan berbentuk materi. Ada ego yang harus ditundukkan, ada kesombongan yang harus disingkirkan, ada waktu yang harus disisihkan untuk beribadah dan menebar manfaat kepada sesama,” ungkapnya.
Menurutnya, setelah Idul Adha berlalu, umat Islam justru ditantang untuk melanjutkan semangat pengorbanan dalam kehidupan nyata. Jika pada hari raya seseorang mampu mengorbankan hewan terbaiknya, maka setelahnya ia harus mampu mengorbankan sifat-sifat buruk yang menghalangi dirinya menjadi pribadi yang lebih baik.
Kajian tersebut juga menegaskan bahwa pengorbanan yang dilakukan dengan ikhlas akan melahirkan ketakwaan. Dari ketakwaan itulah tumbuh karakter manusia yang peduli, rendah hati, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Ketika seseorang mampu mengalahkan ego, gemar berbagi sebagian hartanya, dan meluangkan waktunya untuk kebaikan, maka ia sedang menapaki jalan ketakwaan. Dan orang yang bertakwa akan selalu menghadirkan manfaat bagi orang lain,” tambahnya.
Suasana kajian yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Idul Adha tidak boleh berhenti pada momentum seremonial semata. Semangat berkurban harus terus hidup dalam bentuk kepedulian sosial, pengabdian kepada masyarakat, dan komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.
Kajian ditutup dengan ajakan kepada seluruh jamaah untuk menjadikan Idul Adha sebagai titik awal perubahan diri. Sebab, sebagaimana disampaikan dalam tema kajian tersebut, hewan kurban mungkin telah selesai disembelih, tetapi pengorbanan untuk menegakkan kebaikan, menjaga keikhlasan, dan meraih ridha Allah tidak akan pernah berakhir.





