Bersama: Ustad Muchamad Arifin
SURABAYA — Ketenangan hati dan kelapangan hidup tidak selalu datang ketika semua keinginan terpenuhi. Terkadang, keduanya justru tumbuh ketika seseorang mampu menerima kenyataan, tetap berusaha, dan belajar mensyukuri apa yang telah dimiliki.
Pesan itulah yang mengemuka dalam Kajian Inspiratif Subuh (KIS) di Masjid Attaqwa Pogot, Surabaya, Rabu, 28 Oktober 2026, yang diasuh Ustad Muchamad Arifin. Mengangkat tema “Hati Tenang, Hidup Lapang”, kajian ini mengajak jamaah memahami bahwa menjalani hidup dengan tenang bukan berarti berhenti berjuang, melainkan belajar menyeimbangkan ikhtiar, rasa syukur, dan tawakal kepada Allah.

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang menghabiskan waktunya untuk memikirkan sesuatu yang belum dimiliki. Ada yang gelisah memikirkan rezeki, cemas menghadapi masa depan, atau terus membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Akibatnya, nikmat yang sudah ada di depan mata justru terlupakan.
Padahal, hidup tidak selalu harus menunggu semuanya sempurna untuk bisa disyukuri. Selama masih diberi kesempatan, manusia dapat terus memperbaiki diri, bekerja dengan sungguh-sungguh, membangun keluarga yang lebih baik, serta memperbanyak amal yang bermanfaat.
Al-Qur’an dalam Surah An-Najm ayat 39 mengingatkan bahwa manusia memperoleh sesuai dengan apa yang diusahakannya. Pesan ini mengajarkan bahwa harapan perlu disertai tindakan. Ingin hidup lebih baik, ada usaha yang harus dilakukan. Ingin keluarga lebih harmonis, ada sikap yang perlu diperbaiki. Ingin menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Allah, ada ibadah yang perlu dijaga.
Namun, ikhtiar juga perlu disertai tawakal. Manusia berkewajiban berusaha, tetapi tidak semua hasil berada dalam kendalinya. Karena itu, setelah melakukan yang terbaik, seseorang perlu belajar menerima hasil dengan lapang dada tanpa kehilangan semangat untuk melangkah kembali.
Rasulullah memberikan teladan melalui perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah. Beliau tidak hanya berdoa dan berserah diri kepada Allah, tetapi juga menyusun rencana, memilih jalur perjalanan, dan mempersiapkan berbagai kebutuhan. Ketika menghadapi situasi yang menegangkan di Gua Tsur, Rasulullah menguatkan Abu Bakar dengan pesan yang diabadikan dalam Surah At-Taubah ayat 40, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”
Kisah ini menunjukkan bahwa tawakal bukan alasan untuk meninggalkan ikhtiar. Justru, orang yang berserah diri kepada Allah tetap berusaha dengan sungguh-sungguh, sambil menjaga hatinya agar tidak dikuasai ketakutan dan kecemasan.
Hal serupa tergambar dalam hadis tentang burung yang keluar pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang. Hadis riwayat At-Tirmidzi ini memberikan gambaran bahwa tawakal berjalan bersama usaha. Burung tidak diam menunggu makanan, tetapi bergerak mencari rezeki yang Allah sediakan.
Dari sana, jamaah diajak melihat bahwa ketenangan hidup bukan semata-mata ditentukan oleh banyaknya harta atau tercapainya semua keinginan. Ada ketenangan dalam hati yang bersyukur, ada kelapangan dalam jiwa yang tidak terus-menerus membandingkan diri, dan ada kebahagiaan ketika seseorang mampu menjalani tanggung jawabnya dengan baik.
Jalani hidup dengan ikhtiar, syukuri setiap nikmat, dan nikmati perjalanan dengan tawakal. Bukan berarti berhenti memiliki cita-cita, melainkan tetap berusaha tanpa membiarkan diri kehilangan ketenangan hanya karena hasil belum sesuai harapan.
Kajian KIS pagi itu menjadi pengingat bahwa hidup tidak harus selalu berjalan sempurna untuk bisa dijalani dengan bahagia. Selama masih ada waktu dan kesempatan, selalu ada ruang untuk memperbaiki diri, menumbuhkan rasa syukur, dan menghadirkan kebaikan bagi orang lain.
Sebab, hidup yang lapang bukan selalu tentang memiliki lebih banyak, melainkan tentang hati yang mampu menghargai apa yang ada, tangan yang terus berusaha, dan jiwa yang tetap percaya kepada Allah.
#KajianInspiratifSubuh #KISMasjidAttaqwa #MasjidAttaqwaPogot #MuchamadArifin #HatiTenangHidupLapang #IkhtiarSyukurTawakal #DakwahMencerahkan #Muhammadiyah #KajianIslam #Surabaya





