Beranda / News / Kisah Haru di Balik Senyum Guru: Bagaimana 7 Siswa SD Mumtas Taklukkan Panggung Islami Se-Jawa Timur

Kisah Haru di Balik Senyum Guru: Bagaimana 7 Siswa SD Mumtas Taklukkan Panggung Islami Se-Jawa Timur

LENSA DAKWAH.COM, SURABAYA — Pekik takbir dan rasa haru seketika pecah di grup komunikasi guru dan karyawan SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas). Sekolah Generasi Qurani ini baru saja menerima kabar mentereng: tujuh siswa terbaik mereka sukses memborong trofi juara dalam ajang bergengsi Festival Kompetisi Anak Islami (KAMI) XIV 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur, Sabtu (5/9/2026).

Kompetisi tahunan yang diprakarsai oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya ini berlangsung sengit di Perguruan Muhammadiyah Tandes, Surabaya. Tidak tanggung-tanggung, atmosfer persaingan terbilang sangat ketat karena diikuti oleh sekitar 1.300 peserta lintas jenjang, mulai dari TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK se-Jawa Timur. Namun, mental juara anak-anak Mumtas terbukti tidak goyah di tengah ribuan pesaing.

Bagi SD Mumtas, festival ini bukan sekadar panggung untuk berburu piala. Ajang ini merupakan pembuktian nyata bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an, seni Islami, dan kreativitas dapat bermuara menjadi prestasi emas jika dipadukan dengan ketekunan, keberanian, dan ekosistem pendidikan yang solid.

Dominasi podium oleh delegasi Mumtas terlihat jelas di berbagai cabang yang dilombakan. Pada cabang Qiroah, dominasi mutlak ditunjukkan oleh Achmad Althaf Kamil dan Hefzi Syauqi yang kompak menyabet podium Juara 1. Sementara itu, gema suara merdu di cabang Adzan berhasil mengantarkan Ahmed Keenan Zeleby Wally sebagai Juara 1, disusul oleh Muhammad Rizqullah di posisi Juara 2.

Prestasi tak kalah mentereng datang dari bidang seni Islami. Pada cabang kaligrafi, Azarine Syareefa Labibah sukses mengamankan trofi Juara 1, sedangkan Amiira Dzakiyya Saudah meraih Juara 2. Melengkapi kebahagiaan sekolah, Briyan Iqbal Pranaja juga berhasil naik ke podium sebagai Juara 2 di cabang Mewarnai.

Wali Kelas 4, Maulida Agustin Sasmi, S.Pd., bersama guru pendamping Amilatur Rosidah, S.Pd., tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya atas perjuangan anak didiknya yang berbuah manis. Mereka berharap pencapaian ini bisa menjadi suntikan motivasi bagi siswa lain agar tidak takut berkompetisi dan berani menunjukkan potensi terbaik mereka.

Apresiasi mendalam juga datang dari Kepala SD Mumtas, M. Khoirul Anam, M.Pd. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan buah manis dari sinergi yang kokoh antara kerja keras siswa, bimbingan penuh kasih dari guru, serta dukungan doa tanpa henti dari orang tua.

Festival KAMI XIV mungkin telah usai, namun bagi tujuh santri berprestasi dari SD Mumtas, hari itu menjadi babak baru yang sarat makna. Mereka telah belajar satu hal penting: bahwa prestasi tidak pernah lahir dalam semalam. Ia tumbuh dari keberanian mencoba, ketekunan berlatih, dan dukungan orang-orang yang percaya. Tujuh juara, tujuh cerita, membawa satu pesan yang sama: anak-anak Qurani tidak hanya mampu berakhlak mulia, tetapi juga mampu berdiri tegak di panggung prestasi dan menjadi inspirasi bagi sesama. (Abi Saffa)