LENSADAKWAH.COM. Jakarta – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa dalam kegiatan Iftar Gathering yang digelar pada Kamis, 5 Maret 2026, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah lantai 1, Menteng Raya, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat dialog dan kerja sama antara berbagai tokoh lintas lembaga dalam semangat Ramadhan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Ramil Rzayev, President of OIC Youth Indonesia Astrid Nadya Rizqita, Advisor of OIC Youth Indonesia Beni Pramula, serta Prof. Husnan Bey Fananie, Duta Besar Republik Indonesia untuk Azerbaijan periode 2016–2019. Turut hadir pula Bunyan Saptomo dan Jonni Madrizal sebagai Dewan Penasihat OIC Youth Indonesia bersama jajaran pengurus Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Pertemuan dalam suasana bulan suci ini tidak hanya menjadi ajang berbuka puasa bersama, tetapi juga menjadi ruang mempererat persahabatan, dialog, dan saling pengertian antar komunitas dan lembaga.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, memperkenalkan model dakwah komunitas yang dijalankan oleh Muhammadiyah melalui LDK. Menurutnya, dakwah Muhammadiyah tidak hanya hadir dalam ruang-ruang formal keagamaan, tetapi juga hadir di berbagai ruang sosial masyarakat.
“LDK Muhammadiyah bergerak di banyak ruang kehidupan masyarakat, mulai dari pembinaan komunitas perkotaan hingga pendampingan masyarakat di wilayah pinggiran, pedalaman, dan kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar),” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dakwah yang dilakukan Muhammadiyah tidak semata-mata berfokus pada penguatan akidah dan ibadah, tetapi juga menyentuh berbagai persoalan kehidupan masyarakat seperti pendidikan, sosial, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan kehidupan kebangsaan dan kemanusiaan.
Melalui pendekatan dakwah komunitas tersebut, Muhammadiyah berupaya menghadirkan Islam yang tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga diwujudkan dalam berbagai bentuk pendampingan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Arifin juga berharap bahwa pertemuan yang berlangsung dalam suasana Ramadhan ini tidak berhenti sebatas kegiatan buka puasa bersama.
“Kami berharap pertemuan ini tidak hanya menjadi momentum silaturahmi, tetapi juga menjadi awal dari kerja sama yang lebih berkelanjutan di masa depan, baik dalam bidang dakwah, pemberdayaan masyarakat, maupun berbagai program kemanusiaan,” ungkapnya.
Kegiatan ini pun berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Para peserta tidak hanya menikmati hidangan berbuka puasa, tetapi juga saling bertukar gagasan dan memperluas jaringan kerja sama.
Momentum Ramadhan tersebut diharapkan menjadi titik temu untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan, sekaligus mempererat persaudaraan lintas komunitas dan bangsa.