LENSADAKWAH.COM – Jakarta, 20 April 2026 — Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima kunjungan silaturrahim dari Divisi Pendidikan Dakwah BAZNAS RI pada Senin (20/4). Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi dalam penguatan program dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

Silaturrahim ini diterima langsung oleh Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, yang didampingi oleh Wakil Ketua Kyai Agus Sundani serta Wakil Bendahara Kamarul Zaman. Kehadiran rombongan BAZNAS RI dipimpin oleh Reno Fathur yang menyampaikan bahwa kunjungan ini tidak hanya sebagai ajang silaturrahim, tetapi juga untuk melihat secara langsung keberhasilan program-program LDK Muhammadiyah, khususnya dalam pendampingan mualaf di berbagai komunitas.
“Selain menjalin silaturrahim, kami ingin melihat lebih dekat praktik baik yang telah dilakukan LDK Muhammadiyah dalam mendampingi mualaf, baik di wilayah perkotaan maupun di daerah pedalaman dan 3T,” ujar Reno Fathur dalam pertemuan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Muchamad Arifin menjelaskan bahwa program pendampingan dan pemberdayaan mualaf telah menjadi salah satu program nasional prioritas LDK Muhammadiyah. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan keagamaan, tetapi juga mencakup pemberdayaan sosial dan ekonomi, tanpa mengabaikan pembinaan terhadap komunitas marginal lainnya.
“LDK Muhammadiyah terus berkomitmen menghadirkan dakwah yang mencerahkan dan memberdayakan. Pendampingan mualaf menjadi prioritas nasional, namun kami tetap menjalankan pembinaan bagi komunitas marginal lainnya secara berimbang,” ungkap Muchamad Arifin.
Pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi untuk membangun sinergi program yang berkelanjutan antara LDK Muhammadiyah dan BAZNAS RI. Kedua belah pihak berharap kolaborasi ini dapat memperkuat dampak dakwah, khususnya dalam menjangkau masyarakat di wilayah terpencil dan kelompok rentan.
Sebagai penutup, kegiatan silaturrahim diakhiri dengan penyerahan sejumlah buku karya LDK Muhammadiyah kepada pihak BAZNAS RI sebagai bentuk berbagi gagasan dan pengalaman dalam pengembangan dakwah berbasis komunitas.






