LENSADAKWAH.COM. Surabaya — Sabtu, 29 November 2025. Udara pagi Masjid GSI Surabaya hari ini terasa lebih sejuk oleh hadirnya para jamaah yang memenuhi ruang kajian ba’da Subuh. Dengan tema “Menghadirkan Islam yang Membebaskan dan Menyejahterakan”, Ustadz Muchamad Arifin menyampaikan pesan dakwah yang bukan hanya menyentuh pikiran, tetapi juga menggerakkan hati.

Di awal ceramahnya, Ustadz Arifin mengajak jamaah untuk merenungkan kembali tema Milad Muhammadiyah ke-113. “Tema ini bukan sekadar slogan. Ia lahir dari perjalanan panjang perjuangan Muhammadiyah yang sejak awal berdirinya telah menghadirkan Islam sebagai cahaya yang membebaskan manusia dan menyejahterakan kehidupan,” tuturnya.
Beliau menjelaskan bahwa Muhammadiyah bergerak dengan ruh QS. Al-Ma’un—sebuah surat pendek yang memanggil umat Islam untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan sesama. Dalam pandangan Muhammadiyah, Al-Ma’un tidak berhenti sebagai teks yang dilafalkan, tetapi menjadi gerak langkah yang diwujudkan dalam sekolah-sekolah yang mencerdaskan, rumah sakit yang melayani, panti asuhan, lembaga sosial, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Namun, pesan paling inspiratif dalam kajian ini muncul ketika Ustadz Arifin mengingatkan bahwa dakwah yang membebaskan dan menyejahterakan tidak hanya terlihat di kota-kota besar. Justru salah satu bukti paling nyata dari komitmen Persyarikatan adalah keberaniannya menembus wilayah 3T—daerah terpencil, terdepan, dan terluar—wilayah yang selama ini mungkin jauh dari bayang-bayang pembangunan.
“Melalui Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah, para dai kami diutus menyusuri hutan, menyeberangi sungai, mendaki pegunungan, dan tinggal bersama masyarakat adat. Mereka hadir bukan hanya sebagai penceramah, tetapi sebagai saudara, pendidik, dan pembimbing,” ujar beliau.
Inilah bukti hidup bahwa Muhammadiyah benar-benar menghadirkan dakwah yang membebaskan—membebaskan masyarakat dari keterisolasian, ketertinggalan pendidikan, dan kesenjangan akses. Dan pada saat yang sama dakwah yang menyejahterakan—menghadirkan ilmu, kesehatan, pendampingan, dan harapan baru di tengah kehidupan masyarakat pelosok negeri.
Sebagai Ketua LDK PP Muhammadiyah, Ustadz Arifin menegaskan kembali bahwa Muhammadiyah adalah Gerakan Dakwah, Gerakan Tajdid, dan Gerakan Global. Tiga identitas ini tidak hanya menjadi konsep, tetapi menjadi energi yang membuat Muhammadiyah bergerak melintasi batas ruang, waktu, dan wilayah.
Kajian pagi ini dipungkasi dengan pesan penuh motivasi.
“Setiap langkah menuju masjid adalah langkah menuju berkah. Dan setiap ilmu yang kita pelajari adalah cahaya yang memerdekakan. Mari menjadi bagian dari dakwah yang membawa harapan bagi umat,” tutup beliau.
Suasana pagi itu terasa hangat dan penuh inspirasi, meninggalkan kesan bahwa Islam—melalui dakwah yang dijalankan Muhammadiyah—benar-benar hadir untuk menguatkan, mencerahkan, dan menyejahterakan kehidupan.