LENSADAKWAH.COM. Surabaya — Kajian Inspirasi Subuh yang diselenggarakan di Masjid Attaqwa Pogot Surabaya pada Rabu (15/4/2026) menghadirkan Ust. Muchamad Arifin dengan tema “Menjaga Hati di Era Perkembangan Media Sosial.” Kajian ini mengangkat pentingnya peran hati dalam menyaring derasnya arus informasi di era digital saat ini.

Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa perkembangan informasi hari ini sudah tidak lagi bisa dibatasi oleh ruang dan waktu. Setiap detik, pendengaran, penglihatan, dan akal pikiran manusia dibanjiri berbagai konten dari beragam sumber. Dalam kondisi seperti ini, satu-satunya yang mampu menjadi pengendali adalah hati yang beriman.
“Pendengaran, penglihatan, dan pikiran kita terus dipenuhi informasi. Maka hatilah yang harus menjadi rem, agar kita tidak terjerumus dalam kesesatan informasi,” ungkap beliau.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan sabda Rasulullah ﷺ tentang pentingnya hati dalam kehidupan manusia. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits:
“Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pesan ini menegaskan bahwa kualitas hati menentukan arah hidup seseorang, termasuk dalam menyikapi informasi yang datang tanpa henti.
Selain itu, beliau juga mengutip peringatan Allah dalam Al-Qur’an, khususnya dalam QS. Al-Hujurat ayat 6:
“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”
Namun, dalam konteks kekinian, beliau menegaskan bahwa tantangan semakin kompleks. Jika dahulu berita bohong identik dengan orang fasik, maka hari ini hoaks justru banyak tersebar melalui gadget dan media sosial yang ada di genggaman setiap orang.
“Di era ini, berita bohong bukan lagi hanya dibawa oleh orang fasik, tetapi bisa datang dari gadget kita sendiri. Maka sekali lagi, hatilah yang harus menjadi pengendali, agar kita tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan,” tegasnya.
Kajian ini ditutup dengan ajakan kepada seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga hati, memperkuat iman, serta bersikap selektif terhadap setiap informasi yang diterima.
“Mari kita jaga hati kita, agar kita tidak terhanyut oleh derasnya arus hoaks yang menyesatkan, dan tetap menjadi hamba Allah yang bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi,” pungkasnya.





