Surabaya, 15 Juli 2026 – Pencegahan penyalahgunaan narkotika harus dimulai dari pengetahuan. Berangkat dari semangat tersebut, SMP Al Irsyad Surabaya menggelar kegiatan pembekalan bagi peserta didik di Aula Perguruan Al Irsyad Surabaya, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan Motivator Nasional Bidang Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Muchamad Arifin, untuk membekali para siswa dengan pemahaman yang benar tentang bahaya narkoba.

Di hadapan ratusan peserta didik, Muchamad Arifin mengajak para siswa mengenali berbagai jenis narkotika, modus peredarannya, hingga dampak yang ditimbulkan ketika disalahgunakan. Materi tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga didukung tayangan multimedia berupa video, ilustrasi, dan dokumentasi berbagai kasus nyata, sehingga para siswa dapat melihat secara langsung bagaimana narkoba mampu menghancurkan masa depan seseorang.
Suasana aula pun berubah hening ketika dipaparkan perjalanan seseorang yang awalnya hanya “sekadar ingin mencoba”, kemudian berlanjut menjadi ketergantungan hingga kehilangan masa depan. Paparan tersebut menyadarkan para siswa bahwa tidak ada pecandu yang sejak awal bercita-cita menjadi korban narkoba. Semuanya berawal dari rasa penasaran yang akhirnya berubah menjadi penyesalan.
Kepada media, Muchamad Arifin yang juga dikenal sebagai Perancang Display Bahan Ajar Narkotika menjelaskan bahwa banyak remaja menjadi korban karena tidak mengenali bentuk maupun ciri-ciri narkoba yang terus berkembang.
“Rata-rata anak menjadi korban narkoba karena mereka tidak mengenali ciri-ciri dan modusnya. Karena itu, mereka harus dikenalkan sejak dini, bukan untuk membuat penasaran, tetapi agar mampu mengenali, menolak, dan menghindarinya ketika suatu saat ditawari,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi yang diberikan sejak usia sekolah merupakan benteng awal agar generasi muda memiliki keberanian mengatakan “tidak” terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Ketika anak memahami risiko yang akan dihadapi, mereka akan lebih mampu mengambil keputusan yang benar meskipun berada di bawah tekanan pergaulan.
Sementara itu, Kepala SMP Al Irsyad Surabaya, Ustadz Fariz Kuddah, S.Pd., berharap pembekalan ini menjadi bekal berharga bagi seluruh peserta didik dalam menjaga diri dari ancaman narkoba.
“Dengan diberikan materi seperti ini, kami berharap tidak ada satu pun siswa yang berani mencoba narkoba. Yang kami khawatirkan bukan ketika mereka berada di lingkungan sekolah, karena di sini ada pengawasan guru. Tantangan yang sesungguhnya justru ketika mereka berada di luar sekolah, saat jauh dari pengawasan guru maupun orang tua. Di situlah mereka harus mampu menjaga diri dan berani mengatakan tidak terhadap ajakan yang menyesatkan,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi juga tanggung jawab dunia pendidikan, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan membekali generasi muda melalui edukasi yang menyentuh akal sekaligus hati, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki keberanian menjaga diri dari segala bentuk penyalahgunaan narkotika demi masa depan yang lebih baik.




