LENSADAKWAH.COM. Surabaya – Suasana Darul Arqom 1447 H di MI Muhammadiyah 25 Surabaya makin terasa seru saat memasuki sesi penutup, Sabtu (28/2/2026). Siswa kelas VI yang sejak awal sudah antusias, semakin bersemangat ketika tema “Mengenal Bahaya Narkoba” dibawakan dengan cara yang santai dan mudah dipahami.

Muchamad Arifin mengajak anak-anak mengenali bahaya narkoba sejak dini. Ia menjelaskan bahwa narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga bisa menghancurkan mimpi dan masa depan. Dengan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, anak-anak jadi lebih mudah memahami bahwa rasa penasaran dan ajakan teman bisa menjadi awal masalah besar.
Tak hanya soal narkoba, pembahasan juga melebar ke penggunaan gadget. Di zaman sekarang, informasi bisa diakses dengan cepat. Namun jika tidak bijak, gadget bisa membuat lupa belajar, kurang istirahat, bahkan terpapar konten yang tidak baik. Anak-anak diajak untuk tetap cerdas dan mengatur waktu agar gadget menjadi alat belajar, bukan pengganggu masa depan.
Materi disampaikan lewat video animasi, cerita nyata, hingga role play yang mengundang tawa. Lapar dan haus pun seakan tak terasa. Para ustaz dan ustazah pendamping ikut tersenyum melihat anak-anak begitu aktif, meski di sela-sela itu ada rasa prihatin terhadap tantangan pergaulan dan teknologi saat ini.
Yang membuat suasana semakin hidup adalah yel-yel yang diteriakkan bersama-sama di sela-sela materi:
“Narkoba…?”
“NO!”
“Prestasi…?”
“YES!”
Yel-yel itu menggema berkali-kali, membuat aula semakin semangat hingga akhir acara. Anak-anak meneriakkannya dengan penuh percaya diri, seolah menjadi janji bersama untuk menjauhi narkoba dan meraih prestasi.
Tiga hari Darul Arqom pun ditutup dengan kesan ceria dan penuh makna. Bukan hanya belajar tentang agama, tetapi juga belajar menjaga diri, memilih pergaulan yang baik, dan menggunakan gadget dengan bijak. Karena generasi hebat adalah mereka yang berani berkata tidak pada narkoba dan siap berkata ya pada prestasi. Aksar