SURABAYA – Keberhasilan sebuah kegiatan bukan hanya ditentukan oleh gagasan besar, tetapi juga oleh kepercayaan, kolaborasi, dan kerja keras banyak pihak. Pesan itulah yang mengemuka dalam sambutan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, Prof. Dr. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag., dalam kegiatan Digital Peace Creator di Convention Hall, Jalan Arief Rahman Hakim, Surabaya, Kamis (22/10/2026).

Mengawali sambutannya, Prof. Titik, sapaan akrabnya, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI yang telah memberikan kepercayaan kepada FKPT Jawa Timur untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Apresiasi serupa disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang selama ini memberikan dukungan terhadap kegiatan FKPT Jawa Timur. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta jajaran pejabat sipil yang turut mendukung upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di Jawa Timur.
Menurut Prof. Titik, keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja keras dan kerja cerdas seluruh pengurus FKPT Jawa Timur yang bersinergi dengan tim BNPT RI. Secara khusus, ia mengapresiasi peran Fafa Nurcahyo, staf BNPT RI, yang telah mendampingi proses persiapan kegiatan sejak sepekan sebelum acara berlangsung.
Apresiasi tersebut menjadi pengingat bahwa di balik terselenggaranya sebuah kegiatan, terdapat proses koordinasi, komunikasi, dan pengorbanan waktu yang tidak selalu terlihat oleh peserta maupun publik.
Membangun Generasi Muda yang Cerdas dan Damai di Ruang Digital
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, Digital Peace Creator memiliki arti strategis dalam membekali generasi muda menghadapi tantangan ruang digital yang terus berkembang.
Media sosial kini menjadi ruang belajar, berinteraksi, dan berkarya bagi pelajar. Namun, ruang yang sama juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, serta propaganda radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan.
Karena itu, penguatan literasi digital perlu diarahkan tidak hanya pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga pada kecakapan memeriksa informasi, berpikir kritis, menghargai perbedaan, dan menciptakan konten yang membawa manfaat.
Melalui Digital Peace Creator, pelajar diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna media sosial, tetapi mampu mengambil peran sebagai kreator konten yang menyebarkan pesan perdamaian, memperkuat persatuan, dan merawat kebinekaan Indonesia.
Kolaborasi BNPT RI dan FKPT Jawa Timur ini sekaligus menegaskan bahwa pencegahan terorisme membutuhkan keterlibatan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, hingga generasi muda itu sendiri.
Dengan semangat kebersamaan, FKPT Jawa Timur berharap upaya pencegahan dapat terus tumbuh melalui pendekatan edukatif dan kreatif. Sebab, menjaga ruang digital agar tetap sehat dan damai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi masa depan generasi bangsa.
Penulis: Muchamad Arifin
#DigitalPeaceCreator #BNPTRI #FKPTJawaTimur #ProfTitik #HusniyatusSalamahZainiyati #LiterasiDigital #PencegahanTerorisme #PelajarJawaTimur #KontenKreatif #SebarkanPerdamaian #JawaTimurDamai




