SURABAYA — Membekali pelajar agar cerdas bermedia sosial, mampu mengenali ancaman radikalisme, dan menjadi pelopor perdamaian di ruang digital merupakan langkah penting dalam melindungi generasi muda. Kesadaran inilah yang mendorong SMP Muhammadiyah 15 Surabaya mengirimkan duta pelajarnya untuk mengikuti kegiatan Digital Peace Creator yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (22/10/2026) di Convention Hall, Jalan Arief Rahman Hakim, Surabaya, tersebut diikuti 250 pelajar perwakilan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Melalui kegiatan ini, para pelajar diajak memahami pentingnya literasi digital sekaligus mengembangkan kreativitas untuk menyebarkan pesan perdamaian di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
Azis Maulana Akhsan, S.E., M. SEI., pendamping duta pelajar SMP Muhammadiyah 15 Surabaya, menilai kegiatan yang digelar BNPT RI tersebut sangat penting bagi kalangan pelajar. Menurutnya, generasi muda saat ini tumbuh bersama teknologi digital sehingga perlu mendapatkan bekal yang memadai agar mampu memanfaatkan media sosial secara positif dan bertanggung jawab.
Ia memandang, pelajar bukan hanya kelompok yang paling aktif menggunakan teknologi, melainkan juga memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan melalui konten-konten kreatif yang mendidik dan menginspirasi.
Membekali Pelajar Menghadapi Tantangan Dunia Digital
Perkembangan teknologi memberikan banyak peluang bagi pelajar untuk belajar, berkarya, dan memperluas pergaulan. Namun, di balik peluang tersebut terdapat tantangan yang tidak boleh diabaikan, mulai dari hoaks, perundungan siber, ujaran kebencian, hingga penyebaran paham radikal dan ekstremisme berbasis kekerasan.
Tanpa literasi digital yang memadai, pelajar dapat dengan mudah menerima informasi yang menyesatkan, meneruskan konten tanpa memeriksa kebenarannya, atau terpengaruh narasi yang mengadu domba masyarakat. Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi harus berjalan beriringan dengan kecakapan berpikir kritis, etika digital, dan kesadaran menjaga persatuan.
Kegiatan Digital Peace Creator menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar untuk mengenali tantangan tersebut sekaligus memahami bahwa pencegahan radikalisme dan ekstremisme bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan. Generasi muda juga mempunyai peran penting melalui sikap, pilihan pergaulan, dan aktivitas mereka di dunia maya.
Pelajar Harus Menjadi Pencipta Konten Perdamaian
Lebih dari sekadar memberikan pemahaman tentang bahaya konten negatif, kegiatan ini juga mendorong pelajar untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan konten yang membawa manfaat. Video pendek, poster digital, kampanye antiperundungan, pesan toleransi, hingga kisah inspiratif tentang persahabatan dapat menjadi sarana sederhana untuk menebarkan nilai-nilai perdamaian.
Pelajar diharapkan tidak hanya mengejar jumlah penonton atau popularitas, tetapi juga memikirkan dampak dari setiap konten yang mereka unggah. Kreativitas digital perlu diarahkan untuk memperkuat persaudaraan, menghargai perbedaan, dan membangun lingkungan sosial yang aman serta harmonis.
Bagi SMP Muhammadiyah 15 Surabaya, keikutsertaan duta pelajar dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan dan membawa pengalaman baru ke lingkungan sekolah. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kembali kepada teman-teman sebaya, sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti pada peserta yang hadir, tetapi berkembang menjadi gerakan positif di sekolah.
Partisipasi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran sekolah dalam mendampingi pelajar menghadapi perubahan zaman. Pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu membentuk karakter, tanggung jawab sosial, serta kemampuan menyikapi perbedaan secara dewasa.
Pada akhirnya, ruang digital yang damai tidak terbentuk dengan sendirinya. Ia membutuhkan pengguna yang bijak, kreatif, dan bertanggung jawab. Dari lingkungan sekolah, para pelajar dapat memulai langkah sederhana: memeriksa informasi sebelum membagikannya, menolak ujaran kebencian, menghormati perbedaan, serta menggunakan teknologi untuk menyebarkan kebaikan.
Melalui keterlibatan dalam Digital Peace Creator, duta pelajar SMP Muhammadiyah 15 Surabaya diharapkan semakin siap menjadi bagian dari generasi yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga mampu menjaga perdamaian dan merawat kebinekaan Indonesia.
Tentang kegiatan: Digital Peace Creator merupakan kegiatan BNPT RI bersama FKPT Jawa Timur yang melibatkan pelajar untuk memperkuat literasi digital serta mendorong kreativitas dalam mendukung pencegahan radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan.
Hashtag publikasi
#SMPMuhammadiyah15Surabaya #Muhammadiyah #DigitalPeaceCreator #BNPTRI #FKPTJawaTimur #LiterasiDigital #DutaPelajar #PelajarJawaTimur #CegahRadikalisme #CegahEkstremisme #PelajarAntiRadikalisme #KontenPositif #PerdamaianDigital #BijakBermediaSosial #GenerasiDigital




