LENSADAKWAH.COM, YOGYAKARTA – Malam penghargaan di Yogyakarta, Jumat (21/8/2026), menjadi momentum istimewa bagi SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas). Di tengah deretan tokoh dan lembaga berprestasi, nama SD Mumtas dipanggil ke panggung untuk menerima penghargaan The Winner of Prestigious School Top Award 2026 kategori The Most Outstanding Islamic Elementary School in Integrated Quranic Literacy, Academic Excellence and Character Development.

Penghargaan tersebut diberikan oleh 5 Pilar Media Communication dalam acara yang berlangsung di Jambuluwuk Malioboro Hotel Yogyakarta. Kepala SD Mumtas, M. Khoirul Anam, M.Pd.I, hadir menerima penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kiprah dan inovasi sekolah dalam mengembangkan pendidikan Islam yang terintegrasi.
Chairwoman 5 Pilar Media Communication, Yuli Nurliana, S.Ak, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada individu maupun lembaga yang menunjukkan prestasi dan kontribusi luar biasa di berbagai bidang, termasuk pendidikan.
Menurutnya, sebuah pencapaian tidak hadir secara instan. Di balik penghargaan terdapat proses panjang, ketekunan, keberanian menghadapi tantangan, serta komitmen untuk terus memberikan dampak positif bagi lingkungan.
“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa dengan ketekunan dan semangat yang tak tergoyahkan, setiap orang dapat mewujudkan impian dan meraih kesuksesan,” ujarnya.
Namun bagi Khoirul Anam, penghargaan tersebut bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Justru penghargaan itu menjadi pengingat agar seluruh keluarga besar Mumtas terus bekerja lebih keras dan menghadirkan prestasi yang lebih baik.
Sesaat setelah menerima penghargaan, ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah keberhasilan dirinya seorang.
“Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras kita semua. Guru yang tidak pernah lelah mendidik, karyawan yang bekerja dengan penuh tanggung jawab, orang tua yang terus mendukung, dan anak-anak Mumtas yang terus belajar, berjuang, dan berprestasi,” tuturnya.
Karena itu, ia menyebut penghargaan tersebut sebagai milik seluruh keluarga besar SD Mumtas.
“Jangan jadikan penghargaan sebagai tempat berhenti. Jadikan penghargaan sebagai titik untuk melompat lebih tinggi!” tegasnya.
Menurut Khoirul Anam, tiga unsur yang menjadi bagian dari penghargaan tersebut, yakni Qur’anic Literacy, Academic Excellence, dan Character Development, merupakan tiga fondasi penting yang harus terus diperkuat dalam proses pendidikan.
Dalam Qur’anic Literacy, pendidikan Al-Qur’an tidak cukup hanya membuat anak mampu membaca dan menghafal. Lebih dari itu, anak harus dibimbing untuk memahami, mencintai, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara Academic Excellence menjadi dorongan bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, kreativitas guru, kemampuan peserta didik, sekaligus prestasi akademik maupun nonakademik.
Adapun Character Development, menurut Khoirul Anam, menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada capaian akademik. Sekolah memiliki tanggung jawab untuk membentuk generasi yang jujur, disiplin, santun, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, serta memiliki akhlakul karimah.
“Pendidikan harus mampu melahirkan anak-anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat karakter dan akhlaknya,” ungkapnya.
Khoirul Anam yang juga aktif sebagai Anggota Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan, penghargaan tersebut harus menjadi energi baru bagi seluruh keluarga besar Mumtas untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi.
Ia mengingatkan agar capaian yang diraih tidak membuat sekolah cepat berpuas diri.
“Mari kita buktikan bahwa penghargaan ini bukan kebetulan. Hari ini kita mendapatkan penghargaan, besok kita harus melahirkan lebih banyak prestasi. Hari ini kita diapresiasi, besok kita harus bekerja lebih keras,” ajaknya.
Bagi SD Mumtas, piala yang dibawa pulang dari Yogyakarta bukanlah garis finis. Penghargaan itu justru menjadi penanda bahwa perjalanan pendidikan masih panjang dan tantangan ke depan semakin besar.
Hari ini Mumtas berdiri sebagai sekolah yang mendapat apresiasi. Namun, hari esok menuntut Mumtas untuk terus tumbuh menjadi sekolah yang lebih unggul, lebih berkarakter, dan semakin mampu memberikan inspirasi bagi dunia pendidikan.
Dalam acara tersebut, M. Khoirul Anam hadir didampingi M. Saifunnur, S.Ag., Direktur Raudhatul Huffadz SD Mumtas, dan M. Husni Mubarrok, Humas Mumtas.
Dari Yogyakarta, penghargaan itu akhirnya dibawa pulang ke Surabaya. Namun yang lebih penting dari sebuah piala adalah semangat yang menyertainya: terus bergerak, terus bertumbuh, terus berprestasi, dan terus memberi manfaat.
Faren Elkhoir




