LENSADAKWAH.COM. PANDAAN – Langit biru yang cerah memayungi langkah 68 siswa kelas 3 SD Muhammadiyah 10 (SD Mumtas) Surabaya saat mereka meninggalkan hiruk-pikuk kota menuju hijaunya kawasan Makoya, Pandaan, pada Selasa (05/05/2026). Hari itu bukan sekadar tamasya, melainkan petualangan bertajuk Outbound Learning yang dirancang untuk mengasah karakter di luar dinding kelas.

Spirit Qurani Sebelum Berangkat
Ritual pagi dimulai dengan ketenangan. Sebelum mesin bus menderu, para siswa berkumpul di Masjid Jenderal Ahmad Yani Sidoyoso untuk menunaikan salat Dhuha berjamaah. Di bawah kubah masjid, doa-doa tulus dipanjatkan, memohon kelancaran sekaligus keberkahan ilmu bagi para generasi Qurani ini.
Kepala SD Mumtas, M. Khoirul Anam, dalam pesan keberangkatannya menekankan bahwa alam adalah guru terbaik.
“Belajar tidak hanya terbatas di dalam kelas. Di alam, kalian akan belajar tentang keberanian, kerja sama, dan rasa syukur langsung dari ciptaan Allah,” tuturnya yang disambut sorak semangat para siswa.
Melatih Nyali dan Kreativitas
Setibanya di lokasi, udara sejuk Pandaan langsung menyapa. Bersama tim Outbound Gemilang, keseruan diawali dengan senam energik yang memecah kekakuan. Tak butuh waktu lama bagi para siswa untuk melebur dalam berbagai permainan kelompok yang menguji kekompakan.
Adrenalin mulai terpacu saat satu per satu siswa menaiki wahana flying fox. Meski beberapa wajah tampak tegang saat dipasangi tali pengaman, raut itu berubah menjadi senyum lebar—bahkan tawa bangga—begitu mereka berhasil meluncur di udara. Mengalahkan rasa takut menjadi pelajaran mental yang tak ternilai harganya.
Tak hanya fisik, sisi kreatif siswa pun diasah melalui pembuatan gerabah. Tangan-tangan kecil mereka tampak belepotan tanah liat, namun penuh konsentrasi membentuk karya. Di sudut lain, mereka belajar harmoni melalui denting angklung dan melatih fokus lewat olahraga memanah yang membutuhkan ketenangan jiwa.
Menutup Hari dengan Kebahagiaan
Edukasi berlanjut di mini zoo, tempat anak-anak berinteraksi langsung dan memberi makan hewan, menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup. Sebagai pamungkas yang paling dinanti, seluruh siswa menceburkan diri ke kolam renang. Cipratan air dan gelak tawa menjadi simfoni penutup petualangan mereka hari itu.
Izza Amalia, salah satu wali kelas yang mendampingi, mengungkapkan kepuasannya melihat perkembangan anak didiknya. “Melalui outbound ini, mereka belajar mandiri dan disiplin dengan cara yang sangat menyenangkan. Ini adalah pengalaman belajar nyata yang akan terus mereka ingat,” pungkasnya.
Petualangan di Makoya ini membuktikan bahwa pendidikan karakter terbaik seringkali ditemukan saat anak-anak berani kotor, berani mencoba, dan berani tertawa bersama alam.
Laporan: Faren Ellhoir ben




