SURABAYA, LENSADAKWAH.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan sekadar ajang mengenalkan lingkungan belajar, tetapi juga momentum menanamkan karakter dan membangun kesadaran peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman. Semangat itulah yang ditunjukkan SMA Al Irsyad Surabaya dengan menghadirkan Motivator Nasional Bidang Pencegahan Narkotika, Muchamad Arifin, pada kegiatan pemantapan peserta didik baru, Kamis (16/7/2026).

Di hadapan ratusan siswa baru, Muchamad Arifin mengajak para pelajar untuk menjadi generasi yang berani berkata tidak terhadap narkoba serta mampu menjaga masa depan melalui iman, ilmu, dan prestasi.
Dalam paparannya, Arifin yang juga dikenal sebagai perancang display bahan ajar P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika) mengungkap berbagai modus peredaran narkoba yang kini semakin beragam dan menyasar kalangan remaja.
Menurutnya, para pengedar tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional. Mereka memanfaatkan media sosial, pergaulan, hingga berbagai bentuk tipu daya yang tampak biasa, namun berpotensi menjerumuskan generasi muda ke dalam lingkaran penyalahgunaan narkotika.
“Anak-anak harus memahami bahwa narkoba tidak datang dengan wajah yang menakutkan. Justru sering hadir melalui teman, lingkungan, bahkan media digital yang mereka gunakan setiap hari. Karena itu, benteng terbaik adalah ilmu, karakter yang kuat, dan keberanian mengatakan tidak,” tegas Muchamad Arifin.
Penyampaian materi berlangsung interaktif melalui tayangan multimedia yang menampilkan berbagai fakta lapangan, kasus-kasus penyalahgunaan narkoba terkini, serta ilustrasi nyata mengenai cara kerja jaringan peredaran gelap narkotika. Pendekatan visual tersebut membuat para peserta MPLS lebih mudah memahami ancaman yang sesungguhnya.
Tidak hanya menjelaskan jenis dan modus penyalahgunaan, Arifin juga mengupas dampak narkoba secara menyeluruh, mulai dari kerusakan kesehatan fisik dan mental, kehancuran hubungan sosial dan keluarga, ancaman pidana yang dapat merenggut masa depan, hingga hilangnya kesempatan meraih cita-cita.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang pelajar tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan menjaga diri dari berbagai perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan.
Sementara itu, Kepala SMA Al Irsyad Surabaya, M. Ainur Rohim, mengatakan bahwa pendidikan di sekolahnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik sesuai kurikulum nasional, tetapi juga menitikberatkan pada pembinaan akhlak dan karakter peserta didik.
“Kami ingin setiap siswa yang belajar di SMA Al Irsyad tidak hanya menjadi lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, berintegritas, serta mampu menjaga dirinya dari berbagai pengaruh negatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembekalan mengenai bahaya narkoba menjadi bagian penting dari komitmen sekolah dalam melindungi peserta didik sejak awal mereka memasuki dunia pendidikan menengah.
“Pengenalan bahaya narkoba merupakan bentuk ikhtiar kami agar anak-anak memahami ancaman yang ada di sekitar mereka. Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan mampu meraih masa depan tanpa harus terjerat narkoba, penyakit sosial yang telah menghancurkan begitu banyak harapan generasi muda,” tambahnya.
Kegiatan ini mendapat respons antusias dari para peserta MPLS. Selain memperoleh wawasan baru mengenai ancaman narkoba, mereka juga mendapatkan motivasi untuk membangun kehidupan yang lebih disiplin, berprestasi, serta menjadikan nilai-nilai moral dan agama sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan.
Melalui kegiatan ini, SMA Al Irsyad Surabaya menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencetak siswa berprestasi di ruang kelas, tetapi juga membentuk generasi berkarakter, tangguh, dan siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Di tengah meningkatnya berbagai ancaman terhadap generasi muda, sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci dalam melahirkan generasi Indonesia yang cerdas, berakhlak, dan bebas dari narkoba.




