Beranda / Umum / MPLS CERIA Hadirkan Bunda PAUD, Hari Ketiga Sekolah Kian Hangat dan Berkesan

MPLS CERIA Hadirkan Bunda PAUD, Hari Ketiga Sekolah Kian Hangat dan Berkesan

LENSADAKWAH.COM. Surabaya – Hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Muhammadiyah 19 Surabaya berlangsung penuh kehangatan. Suasana ceria yang menghiasi wajah siswa kelas I semakin terasa dengan hadirnya Bunda PAUD Kelurahan Ampel, Bunda Nisa, Rabu (15/7/2026), yang berkunjung mewakili suaminya yang sedang menjalankan tugas.

Kedatangan Bunda Nisa disambut hangat oleh Kepala SD Muhammadiyah 19 Surabaya, Maliki, S.Th.I., M.Pd., beserta para guru. Kehadirannya menjadi kejutan menyenangkan bagi para peserta didik baru yang tengah menjalani proses adaptasi di lingkungan sekolah.

Dengan penuh keakraban, Bunda Nisa menyapa para siswa satu per satu. Ia memberikan semangat agar anak-anak selalu gembira belajar, rajin datang ke sekolah, serta berani bermimpi dan meraih cita-cita. Tak hanya itu, ia juga mengajak para siswa membiasakan ibadah sejak usia dini, khususnya menjaga salat sebagai fondasi pembentukan karakter dan akhlak mulia.

Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana, hangat, dan penuh kasih sayang sehingga mudah dipahami oleh anak-anak. Momen ini sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan masyarakat.

Kepala SD Muhammadiyah 19 Surabaya, Maliki, S.Th.I., M.Pd., menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya mengusung jargon CERIA, akronim dari Cerdas, Empati, Religius, Inovatif, dan Akseleratif. Menurutnya, nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mendorong keberanian, kreativitas, serta rasa percaya diri peserta didik sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di sekolah.

Suasana kelas semakin semarak ketika salah seorang siswa baru, Qiana Cyra As Svarga, tampil percaya diri di depan teman-temannya untuk menceritakan pengalaman selama liburan sekolah. Meski baru beberapa hari berada di lingkungan baru, Qiana mampu menyampaikan ceritanya dengan lancar. Tepuk tangan meriah dari teman-teman dan guru pun menjadi penyemangat yang menambah rasa percaya dirinya.

Maliki menuturkan, pengalaman belajar yang menyenangkan seperti itulah yang ingin dihadirkan melalui program MPLS Ramah. Menurutnya, masa pengenalan sekolah tidak sekadar memperkenalkan ruang kelas atau tata tertib, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun keberanian anak dalam berekspresi, berkomunikasi, dan merasa nyaman berada di sekolah.

“Kami ingin menghapus anggapan bahwa sekolah adalah tempat yang menakutkan bagi anak-anak. Melalui konsep MPLS Ramah, kami berharap mereka lebih percaya diri, cepat beradaptasi, dan merasa sekolah adalah rumah kedua yang menyenangkan,” ujar Maliki.

Hari ketiga MPLS di SD Muhammadiyah 19 Surabaya menjadi bukti bahwa pendidikan yang berkualitas lahir dari kolaborasi yang erat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan sentuhan keteladanan, kepedulian, dan suasana belajar yang menyenangkan, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, religius, berempati, serta optimistis dalam menyongsong masa depan.

Penulis: Nurul Hanifah
Editor: M. Khoirul Anam