SURABAYA – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh pengurus di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Rakor tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi menghadapi berbagai tantangan yang mengancam generasi muda, mulai dari maraknya kasus bullying, paparan violent video game (permainan digital bermuatan kekerasan), hingga penyebaran paham radikal melalui ruang digital.

Rakor dipimpin langsung oleh Ketua FKPT Jawa Timur, Prof. Dr. Hj. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag., dan dihadiri oleh seluruh pengurus dari berbagai bidang. Pertemuan ini membahas langkah-langkah konkret yang akan dilakukan FKPT Jawa Timur dalam mendukung upaya pencegahan sejak dini terhadap berbagai potensi ancaman yang berkembang di lingkungan pendidikan.
Dalam arahannya, Prof. Husniyatus Salamah Zainiyati menegaskan bahwa dinamika perkembangan teknologi informasi dan media digital menghadirkan tantangan baru yang harus disikapi secara serius. Selain meningkatnya kasus bullying di lingkungan sekolah, muncul pula fenomena permainan digital yang sarat dengan unsur kekerasan (violent video game) yang dikhawatirkan dapat memengaruhi pola pikir, perilaku, dan karakter anak apabila tidak disertai pendampingan yang baik.
Ia juga menyoroti berbagai peristiwa yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk tindakan yang membahayakan seperti percobaan peledakan di lingkungan sekolah. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara komprehensif melalui penguatan karakter, literasi digital, serta kewaspadaan seluruh elemen masyarakat.
“Generasi muda harus mendapatkan pendampingan yang tepat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai konten negatif, budaya kekerasan, maupun paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan pendidikan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut hasil rapat, FKPT Jawa Timur akan menggerakkan seluruh pengurus untuk turun langsung ke sekolah-sekolah selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serta ke berbagai perguruan tinggi pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Melalui program sosialisasi, edukasi, dan pendampingan, FKPT Jawa Timur akan memberikan penguatan kepada pelajar dan mahasiswa mengenai bahaya bullying, penyalahgunaan media digital, violent video game, intoleransi, radikalisme, hingga pentingnya membangun karakter kebangsaan, toleransi, dan cinta damai.
FKPT Jawa Timur meyakini bahwa pencegahan terorisme tidak hanya menjadi tugas aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan komunitas menjadi kunci dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap berbagai bentuk ancaman ideologi dan kekerasan.
Melalui Rakor ini, FKPT Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai mitra strategis dalam memperkuat ketahanan nasional, khususnya melalui upaya pencegahan yang menyasar generasi muda. Harapannya, sekolah dan kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang yang aman, inklusif, serta mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, cinta tanah air, dan tangguh menghadapi berbagai pengaruh negatif di era digital.
Arifin




