Bersama: Ust. Muchamad Arifin
SURABAYA – Semangat menuntut ilmu tampak memenuhi Masjid Baitul Kholiq, Jalan Tambak Wedi Baru, Surabaya, saat Pimpinan Ranting ’Aisyiyah (PRA) Tambak Wedi Baru menggelar kajian rutin, Sabtu (18/7/2026). Mengangkat tema “Perempuan Ahli Surga”, kegiatan ini menghadirkan Ustad Muchamad Arifin sebagai pemateri dan diikuti puluhan jamaah ’Aisyiyah dengan penuh antusias.

Sejak awal hingga akhir acara, suasana kajian berlangsung hangat dan interaktif. Selama kurang lebih 90 menit, para jamaah mengikuti materi dengan penuh perhatian. Penyampaian yang komunikatif, diselingi ilustrasi kehidupan sehari-hari, tayangan multimedia, serta penjelasan dalil Al-Qur’an dan hadis membuat waktu terasa berlalu tanpa disadari.
Dalam tausiyahnya, Ustad Muchamad Arifin menyampaikan bahwa Islam memberikan kemuliaan yang sangat besar kepada perempuan. Bahkan, setiap muslimah memiliki kesempatan yang luas untuk menjadi penghuni surga apabila mampu menjaga keimanan, ibadah, dan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjadi perempuan ahli surga bukan hanya sebuah harapan, tetapi merupakan janji Allah dan Rasul-Nya bagi mereka yang istiqamah menjalankan ajaran Islam. Allah tidak mempersulit jalan menuju surga, justru memberikan kesempatan yang sangat luas kepada perempuan yang menjaga iman dan amal salehnya,” ungkapnya.
Ia kemudian menjelaskan hadis Rasulullah SAW yang artinya:
“Apabila seorang perempuan menjaga shalat lima waktunya, berpuasa pada bulan Ramadan, menjaga kehormatannya, dan menaati suaminya dalam perkara yang baik, maka dikatakan kepadanya: Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau kehendaki.”
Menurutnya, hadis tersebut menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah SWT kepada perempuan yang berusaha menjaga kualitas ibadah dan akhlaknya. Surga bukanlah sesuatu yang jauh untuk diraih, melainkan tujuan yang dapat dicapai melalui ketaatan yang dilakukan secara istiqamah.
Selain itu, Ustad Arifin mengingatkan bahwa ukuran kemuliaan seorang perempuan dalam Islam bukanlah kecantikan, harta, jabatan, ataupun popularitas, melainkan ketakwaannya kepada Allah SWT. Hal itu sejalan dengan firman Allah yang artinya:
“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13).
Ia juga mengajak para jamaah untuk menjadikan rumah sebagai tempat pertama menanamkan nilai-nilai keimanan. Menurutnya, seorang ibu memiliki peran yang sangat strategis dalam melahirkan generasi yang saleh, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
“Perempuan bukan hanya membangun keluarga, tetapi juga membangun peradaban. Dari tangan seorang ibu lahir generasi yang akan menentukan masa depan umat. Karena itu, memperbaiki diri adalah investasi terbaik bagi keluarga dan masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Ustadza Novie Faizah selaku Bagian Tabligh Pimpinan Ranting ’Aisyiyah (PRA) Tambak Wedi Baru Surabaya menyampaikan apresiasi atas materi yang disampaikan. Menurutnya, kajian kali ini tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga memperkuat pemahaman keislaman para jamaah karena disampaikan berdasarkan Al-Qur’an dan hadis, serta dikemas dengan metode yang menarik melalui multimedia interaktif.
“Alhamdulillah, jamaah sangat antusias mengikuti kajian dari awal hingga selesai. Penyampaiannya komunikatif, mudah dipahami, dan setiap materi memiliki landasan dalil yang kuat sehingga memberikan motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah,” ujarnya.
Melalui kajian rutin ini, PRA Tambak Wedi Baru berharap semangat menuntut ilmu terus tumbuh di kalangan muslimah. Diharapkan setiap peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga terdorong untuk mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, sehingga semakin banyak perempuan yang menjadi teladan bagi keluarga, masyarakat, dan termasuk golongan perempuan ahli surga sebagaimana yang dijanjikan Allah SWT. Admin





