LENSADAKWAH.COM. Surabaya – Hari itu, Ballroom Palm Park Hotel Kapas Krampung Surabaya dipenuhi suasana yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Ada senyum bahagia, tepuk tangan penuh kebanggaan, sekaligus air mata haru yang tak mampu disembunyikan para orang tua. Sabtu (6/6/2026), SD Muhammadiyah 10 Surabaya (MUMTAS) menggelar Haflah Akhirussanah Angkatan ke-53, menandai berakhirnya perjalanan enam tahun pendidikan dasar bagi 76 siswa kelas VI.

Mengusung tema “Creating a Civilized and Character-based Generation, Qur’an is The Real Way of Life”, acara tersebut menjadi lebih dari sekadar prosesi pelepasan. Ia menjelma menjadi perayaan perjalanan panjang yang telah ditempuh para siswa bersama guru dan orang tua dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Sejak awal acara, para hadirin disuguhkan beragam penampilan yang memukau. Tari Lenggang Mumtas membuka kegiatan dengan anggun, disusul atraksi Tapak Suci yang menunjukkan keberanian, kedisiplinan, dan semangat juang para siswa. Parade Tahfidz Metode Tajdied menjadi bukti nyata kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an, sementara Tari Remo menghadirkan kebanggaan terhadap budaya bangsa.
Namun, di balik kemeriahan itu, tersimpan momen yang paling menyentuh hati. Saat Kepala SD Muhammadiyah 10 Surabaya, M. Khoirul Anam, M.Pd.I., berdiri di hadapan para wisudawan dan orang tua, suasana seketika berubah menjadi penuh haru.
Dengan suara yang tenang dan penuh ketulusan, ia mengajak seluruh hadirin mengenang perjalanan anak-anak yang enam tahun lalu datang ke sekolah dengan langkah kecil dan wajah polos. Kini, mereka telah tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang, lebih berilmu, dan siap menatap masa depan.
“Hari ini adalah hari yang istimewa. Enam tahun yang lalu kalian datang ke sekolah ini dengan langkah kecil, wajah polos, dan penuh rasa ingin tahu. Hari ini kalian berdiri di hadapan kami sebagai pribadi yang lebih dewasa, lebih berilmu, dan insyaallah lebih siap menghadapi masa depan,” tuturnya.
Ungkapan tersebut seakan membawa para orang tua kembali pada kenangan pertama saat menggandeng tangan putra-putri mereka menuju gerbang sekolah. Tak sedikit yang tampak berkaca-kaca menyaksikan anak-anak yang dahulu belajar membaca dan menulis kini berdiri percaya diri sebagai lulusan sekolah dasar.
Pada kesempatan itu, Khoirul Anam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang telah membersamai para siswa dengan penuh kesabaran, ketulusan, dan kasih sayang selama enam tahun terakhir. Ucapan terima kasih yang sama disampaikan kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada MUMTAS.
“Hari ini, dengan penuh rasa syukur dan haru, kami mengembalikan putra-putri tercinta kepada pangkuan keluarga,” ungkapnya.
Ia berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar dan terus menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama berada di MUMTAS. Menjaga salat, menghormati orang tua, memuliakan guru, mencintai Al-Qur’an, serta menjadi manusia yang memberi manfaat bagi sesama menjadi pesan penting yang disampaikan kepada para wisudawan.
Baginya, wisuda bukanlah garis akhir. Wisuda adalah pintu awal menuju perjalanan yang lebih panjang untuk meraih cita-cita dan memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat. Satu demi satu siswa dipanggil ke atas panggung untuk menerima ucapan selamat dari kepala sekolah dan wali kelas. Tepuk tangan menggema memenuhi ruangan, mengiringi setiap langkah mereka. Di beberapa sudut ruangan, tampak orang tua mengabadikan momen berharga itu sembari menyeka air mata haru yang tak terbendung.
Haflah Akhirussanah ke-53 MUMTAS menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang menanamkan karakter, membangun akhlak, dan menyiapkan generasi penerus yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Hari itu, 76 generasi Qur’ani resmi melangkah menuju babak baru kehidupan mereka. Membawa bekal ilmu, akhlak, dan doa dari para guru serta orang tua. Melangkah dengan penuh harapan untuk menjemput masa depan yang lebih gemilang.




