Beranda / Umum / Mahabbah kepada Allah: Jalan Menuju Cinta yang Tak Pernah Berubah

Mahabbah kepada Allah: Jalan Menuju Cinta yang Tak Pernah Berubah

LENSADAKWAH.COM. Surabaya – Kajian Ahad yang digelar di Masjid At-Taqwa Pogot Surabaya, Ahad (7/6/2026), menghadirkan penceramah Drs. H. Sholeh Az., M.Si dengan tema yang menyentuh hati, yakni tentang mahabbah atau kecintaan kepada Allah SWT.

Dalam kajian tersebut, jamaah diajak merenungkan hakikat cinta yang sesungguhnya. Jika cinta manusia kepada manusia sering mengalami perubahan karena berbagai faktor, termasuk kepentingan duniawi dan politik, maka cinta Allah kepada hamba-Nya tidak pernah berubah. Allah senantiasa menjaga orang-orang yang dicintai-Nya, mulai dari penglihatan, pendengaran, langkah kaki, hingga seluruh kehidupannya.

Ustadz Sholeh menjelaskan bahwa dalam hadis qudsi disebutkan, ketika seorang hamba semakin mendekat kepada Allah melalui amalan-amalan sunnah, maka Allah akan mencintainya. Ketika Allah telah mencintai seorang hamba, Allah akan menjaga dirinya, mengabulkan doa-doanya, dan memberikan pertolongan dalam kehidupannya.

Bahkan, salah satu kemuliaan bagi hamba yang dicintai Allah adalah sebagaimana disebutkan dalam hadis bahwa Allah tidak akan mencampakkannya ke dalam api neraka. Kasih sayang Allah menjadi pelindung yang menyelamatkan hamba-Nya dari kebinasaan.

Dalam kesempatan itu, jamaah juga diajak untuk meneladani karakter orang-orang beriman yang mendapatkan cinta Allah. Di antaranya adalah mereka yang senantiasa bertakwa, istiqamah menjalankan perintah Allah, serta menjauhi segala larangan-Nya. Shalat menjadi salah satu wujud ketaatan yang sangat penting karena merupakan kunci menuju surga dan sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Selain itu, Allah juga mencintai orang-orang yang gemar berbuat kebaikan. Mereka tidak pernah lelah mencari peluang untuk menebarkan manfaat kepada sesama. Kebaikan tidak selalu harus dilakukan dengan modal yang besar. Senyum, membantu tetangga, meringankan beban orang lain, hingga memberikan perhatian kepada sesama merupakan bentuk amal yang bernilai di sisi Allah. Justru dari kebaikan-kebaikan sederhana itulah Allah sering membuka jalan kemudahan dalam kehidupan seorang hamba.

Dalam kajian tersebut juga disampaikan doa yang diajarkan Rasulullah SAW agar memperoleh cinta Allah:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu, cinta orang yang mencintai-Mu, dan cinta kepada setiap amal yang dapat mendekatkanku kepada cinta-Mu.”

Doa ini mengajarkan bahwa cinta kepada Allah bukan sekadar perasaan, melainkan harus diwujudkan dalam amal saleh dan ketaatan yang terus-menerus.

Kajian Ahad pagi itu menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada banyaknya harta atau kedudukan, melainkan ketika seorang hamba mendapatkan cinta Allah SWT. Sebab, ketika Allah telah mencintai seorang hamba, maka hidupnya akan dipenuhi keberkahan, kemudahan, dan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat.

“Jika cinta manusia bisa berubah karena keadaan, maka cinta Allah akan tetap terjaga bagi hamba yang istiqamah dalam keimanan dan kebaikan.”