Jakarta, 20 Juni 2026 – Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) kembali meneguhkan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang berlandaskan nilai-nilai Islam melalui penyelenggaraan Kajian Kalam Subuh yang bekerja sama dengan TVMu, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ustadz Muchamad Arifin, M.Ag., sebagai narasumber dengan tema “Hijrah, Proses Menuju Kesempurnaan Iman.”

Kajian yang berlangsung di lingkungan UHAMKA tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta masyarakat umum. Kehadiran berbagai unsur civitas akademika menunjukkan tingginya antusiasme terhadap penguatan wawasan keislaman yang relevan dengan tantangan kehidupan modern.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UHAMKA untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam bagi keluarga besar kampus sekaligus memberikan pencerahan kepada masyarakat luas melalui siaran TVMu.
Dalam pemaparannya, Ustadz Muchamad Arifin mengajak para jamaah untuk memaknai hijrah tidak hanya sebagai peristiwa sejarah perpindahan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga sebagai proses transformasi diri yang terus berlangsung dalam kehidupan manusia.
Menurutnya, salah satu fenomena besar yang sedang dialami umat manusia saat ini adalah perpindahan aktivitas kehidupan dari dunia nyata menuju dunia maya. Kemajuan teknologi informasi telah mengubah cara manusia berinteraksi, belajar, bekerja, hingga berdakwah.
“Sadar ataupun tidak, hari ini kita semua telah melakukan hijrah dari dunia nyata menuju dunia maya. Tantangannya adalah bagaimana menjaga agar perpindahan tersebut tidak mengurangi kualitas keimanan kita, tetapi justru menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa setiap pergeseran waktu seharusnya menjadi indikator meningkatnya kualitas keimanan dan amal saleh seseorang. Jangan sampai perjalanan usia yang terus bertambah justru diiringi dengan menurunnya kedekatan kepada Allah SWT.
“Waktu terus bergerak. Karena itu, setiap hari yang kita lalui harus menjadi proses hijrah menuju pribadi yang lebih baik, lebih beriman, dan lebih bermanfaat bagi sesama,” tambahnya.
Kajian berlangsung semakin hidup ketika diselingi dengan sejumlah tayangan video reflektif dan motivatif yang mengajak jamaah merenungkan makna kehidupan, perjalanan waktu, serta tantangan moral di era media sosial. Materi visual yang disajikan dinilai mampu memberikan sentuhan emosional sekaligus memperkuat pesan-pesan keagamaan yang disampaikan.
Kajian yang dibuka oleh Ustadz Imron Baihaki tersebut mendapat apresiasi dari para peserta karena menghadirkan perspektif yang segar dan kontekstual. Tema hijrah dikaji melalui pendekatan sosial dan perkembangan teknologi informasi sehingga terasa dekat dengan realitas kehidupan masyarakat saat ini, khususnya generasi muda dan kalangan akademisi.
Melalui kegiatan ini, UHAMKA berharap semangat hijrah tidak hanya dipahami sebagai peristiwa historis, tetapi menjadi gerakan intelektual dan spiritual yang mendorong lahirnya insan akademis yang unggul, berkarakter, serta mampu menjaga nilai-nilai keislaman di tengah derasnya arus transformasi digital.
“Iman yang kokoh adalah bekal utama dalam menghadapi perubahan zaman. Dengan iman, dunia maya maupun dunia nyata akan menjadi ruang untuk menebarkan kebaikan dan kebermanfaatan,” tutup Ustadz Muchamad Arifin. Admin





