Beranda / News / Ice Breaking Cairkan Suasana Bimtek Komunitas di Sulut

Ice Breaking Cairkan Suasana Bimtek Komunitas di Sulut

LENSADAKWAH.COM. Manado — Suasana penuh semangat dan antusiasme mewarnai sesi materi dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek), Konsolidasi dan Pengukuhan Dai Komunitas Muhammadiyah se-Sulawesi Utara yang digelar di BPMP Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026). Salah satu sesi yang mendapat perhatian besar peserta adalah penyampaian materi orientasi oleh Tohirin Sanmiharja dengan tema “Penjelasan Umum tentang Sejarah, Visi, Kedudukan, Karakteristik dan Strategi Dakwah Komunitas.”

Materi tersebut menjadi fondasi penting dalam memahami arah gerakan dakwah komunitas Muhammadiyah di tengah perkembangan masyarakat yang semakin dinamis. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, santai, dan penuh interaksi, suasana bimtek terasa begitu cair dan hidup. Berbagai ice breaking yang disisipkan di sela materi membuat peserta tetap fokus, aktif, dan mengikuti kegiatan dengan suasana menyenangkan tanpa terasa jenuh.

Peserta yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Utara tampak antusias mengikuti setiap sesi. Tidak sedikit peserta yang mengaku mendapatkan perspektif baru tentang pentingnya dakwah komunitas sebagai pendekatan dakwah Muhammadiyah yang lebih membumi dan dekat dengan realitas sosial masyarakat.

Dalam materinya, Tohirin Sanmiharja menjelaskan bahwa dakwah komunitas lahir sebagai bentuk respons Muhammadiyah terhadap perubahan sosial dan munculnya berbagai komunitas baru di tengah masyarakat. Dakwah tidak lagi hanya dilakukan melalui pendekatan formal di masjid atau lembaga pendidikan, tetapi juga harus mampu masuk ke ruang-ruang komunitas, hobi, profesi, hingga kelompok sosial yang selama ini jarang disentuh dakwah secara langsung.

Ia juga menekankan bahwa dai komunitas harus memiliki karakter yang inklusif, mampu membangun kedekatan, serta memahami strategi dakwah yang humanis dan menggembirakan. Menurutnya, keberhasilan dakwah komunitas bukan hanya diukur dari banyaknya ceramah, tetapi dari kemampuan membangun hubungan, pendampingan, dan menghadirkan solusi di tengah masyarakat.

Melalui sesi orientasi ini, peserta diharapkan memahami arah dan strategi dakwah komunitas Muhammadiyah secara lebih utuh sehingga mampu menjadi dai yang adaptif, kreatif, dan siap hadir di berbagai ruang kehidupan masyarakat modern.

Tag: