Beranda / News / KAJIAN BA’DA MAGHRIB MASJID ATTAQWA POGOT; INDAHNYA SURGA

KAJIAN BA’DA MAGHRIB MASJID ATTAQWA POGOT; INDAHNYA SURGA

Surabaya – Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Attaqwa Pogot, Surabaya, pada Ahad malam, 2 Agustus 2026, saat jamaah mengikuti Kajian Ba’da Maghrib yang disampaikan oleh Ustadz Suhadi M. Sahli. Mengangkat tema “Gambaran Penghuni Surga”, kajian tersebut mengajak kaum muslimin untuk menjadikan surga sebagai tujuan akhir kehidupan dengan memperkuat iman, meningkatkan ketakwaan, dan memperbanyak amal saleh.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Suhadi menjelaskan bahwa Allah SWT telah menyiapkan surga sebagai balasan terbaik bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Surga bukan sekadar tempat penuh kenikmatan, tetapi merupakan kehidupan yang kekal, tanpa rasa sedih, sakit, maupun kematian.

Mengawali kajian, beliau membacakan firman Allah SWT:

“Dan bersegeralah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Ali ’Imran [3]: 133)

Menurut beliau, ayat tersebut menjadi motivasi agar setiap muslim berlomba-lomba dalam kebaikan, karena surga yang dijanjikan Allah memiliki keluasan yang tidak dapat dibayangkan oleh manusia.

Ustadz Suhadi kemudian mengajak jamaah mentadabburi Surah Al-Waqi’ah, yang secara rinci menggambarkan kenikmatan yang akan diterima penghuni surga. Allah SWT berfirman:

“Dan golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu. (Mereka berada) di antara pohon bidara yang tidak berduri, pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), naungan yang terbentang luas, air yang terus mengalir, buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya, serta kasur-kasur yang tinggi.”
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 27–34)

Beliau menjelaskan bahwa ayat-ayat tersebut menggambarkan suasana surga yang penuh kesejukan, keindahan, dan kenikmatan tanpa batas. Semua yang ada di dalamnya merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.

Selain lingkungan yang indah, penghuni surga juga akan memperoleh rupa yang sempurna. Mereka menjadi tampan dan cantik, selalu dalam keadaan muda, sehat, serta tidak pernah mengalami penuaan.

Hal ini diperkuat dengan sabda Rasulullah ﷺ:

“Penghuni surga akan masuk surga dalam keadaan tidak berambut di tubuh, tidak berjanggut, kedua matanya bercelak, berusia tiga puluh tiga tahun.”
(HR. At-Tirmidzi)

Lebih lanjut, Ustadz Suhadi menegaskan bahwa kehidupan di surga adalah kehidupan yang abadi. Tidak ada lagi kematian, kesedihan, rasa takut, maupun penderitaan.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

“Wahai penghuni surga, kalian kekal dan tidak ada kematian lagi.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam kajian tersebut juga dijelaskan bahwa seluruh keinginan penghuni surga akan dipenuhi oleh Allah SWT. Apa pun yang diinginkan hati akan tersedia tanpa batas.

Allah SWT berfirman:

“Di dalamnya mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki, dan pada sisi Kami ada tambahannya.”
(QS. Qaf [50]: 35)

Salah satu nikmat terbesar lainnya adalah Allah menyediakan pasangan-pasangan yang suci bagi penghuni surga. Tentang hal itu, Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (para bidadari) dengan penciptaan yang sempurna. Lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya.”
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 35–37)

Ayat ini menunjukkan bahwa kebahagiaan penghuni surga juga dilengkapi dengan pasangan yang suci, penuh kasih sayang, dan menjadi penyempurna kenikmatan yang Allah anugerahkan.

Menutup tausiyahnya, Ustadz Suhadi M. Sahli mengajak seluruh jamaah untuk tidak terpedaya oleh gemerlap kehidupan dunia yang bersifat sementara. Menurut beliau, kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan akhirat. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya memperbanyak ibadah, menjaga akhlak, memperkuat ketakwaan, dan senantiasa istiqamah dalam menjalankan perintah Allah SWT agar termasuk golongan penghuni surga yang dijanjikan-Nya.

Kajian Ba’da Maghrib di Masjid Attaqwa Pogot Surabaya tersebut menjadi pengingat bahwa surga bukan hanya angan-angan, melainkan janji Allah SWT yang pasti bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa. Gambaran yang Allah sampaikan dalam Surah Al-Waqi’ah diharapkan semakin menumbuhkan semangat jamaah untuk berlomba-lomba dalam amal saleh, sehingga kelak memperoleh kebahagiaan yang kekal di sisi-Nya.