Beranda / News / Orang Tua Harus Menjadi Teladan Utama dalam Mendidik Anak di Era Digital

Orang Tua Harus Menjadi Teladan Utama dalam Mendidik Anak di Era Digital

Surabaya – Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Wonokusumo Surabaya kembali menggelar kajian rutin yang berlangsung di Masjid Al Muttaqin, Jalan Wonokusumo Wetan, Surabaya, Senin (3/8/2026). Kajian yang diikuti puluhan jamaah tersebut menghadirkan Ustad Muchamad Arifin dengan tema “Orang Tua Teladan Terbaik bagi Anak di Tengah Tantangan Hari Ini.”

Dalam paparannya, Ustad Muchamad Arifin menegaskan bahwa keluarga merupakan madrasah pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, orang tua dituntut tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan fisik dan materi anak, tetapi juga menjadi teladan dalam akhlak, ibadah, serta nilai-nilai kehidupan yang berlandaskan ajaran Islam.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi saat ini telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Akses informasi yang semakin mudah memang memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh setiap keluarga. Di tengah gempuran teknologi, maraknya penyalahgunaan narkoba, serta meningkatnya berbagai persoalan sosial yang mengancam generasi muda, keluarga menjadi benteng pertama yang menentukan arah masa depan anak. Karena itu, orang tua tidak boleh lengah dalam mendampingi, mengawasi, dan membangun komunikasi yang baik dengan putra-putrinya.

“Islam tidak hanya memerintahkan orang tua untuk membesarkan anak, tetapi juga menjaga mereka agar tetap berada di jalan yang benar,” ujar Ustad Arifin.

Pernyataan tersebut diperkuat dengan mengutip sejumlah ayat dalam QS. Luqman, khususnya nasihat Luqman kepada putranya yang menjadi pedoman pendidikan keluarga. Di antaranya firman Allah SWT:

“Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)

Serta firman-Nya:

“Wahai anakku! Dirikanlah salat, suruhlah berbuat yang makruf dan cegahlah dari yang mungkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu.” (QS. Luqman: 17)

Menurutnya, pendidikan yang dicontohkan Luqman tidak berhenti pada nasihat semata, tetapi diwujudkan melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, pembentukan akhlak, serta pengawasan yang penuh kasih sayang. Nilai-nilai tersebut tetap relevan untuk menjawab tantangan kehidupan modern.

Menjelang akhir kajian, Ustad Arifin mengingatkan para peserta agar semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba yang kini semakin menyasar anak-anak dan remaja. Ia juga menyoroti tingginya angka kasus HIV yang banyak dipengaruhi perilaku berisiko, termasuk penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas. Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui penegakan hukum, tetapi harus dimulai dari penguatan ketahanan keluarga melalui pendidikan agama, keteladanan orang tua, serta komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak.

Kajian berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti materi hingga sesi tanya jawab. Melalui kegiatan ini, PRA Wonokusumo berharap lahir semakin banyak keluarga yang mampu menjadi lingkungan terbaik bagi tumbuh kembang anak, sehingga tercipta generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas memanfaatkan teknologi, serta tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman.