Beranda / News / Kajian KIS Masjid Attaqwa Ajak Umat Menjaga Akal dan Masa Depan Generasi 

Kajian KIS Masjid Attaqwa Ajak Umat Menjaga Akal dan Masa Depan Generasi 

Surabaya, 5 Agustus 2026 – Kajian Inspiratif Subuh (KIS) yang diselenggarakan di Masjid Attaqwa Pogot, Surabaya, Rabu (5/8/2026), kembali dipadati jamaah dari berbagai penjuru, khususnya wilayah Surabaya Utara. Antusiasme jamaah yang terus meningkat menunjukkan bahwa kajian yang diasuh oleh Ustad Muchamad Arifin ini telah menjadi salah satu rujukan masyarakat untuk mendapatkan wawasan keislaman yang aktual dan relevan dengan persoalan kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan kali ini, kajian masih melanjutkan rangkaian pembahasan mengenai bahaya narkoba. Jika sebelumnya membahas berbagai aspek penyalahgunaan narkotika, maka materi pagi ini lebih difokuskan pada dampak yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, baik terhadap individu, keluarga, maupun kehidupan sosial masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Ustad Muchamad Arifin menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental seseorang, tetapi juga menjadi pintu masuk munculnya berbagai tindak kriminal. Banyak kasus pencurian, kekerasan, perampokan, hingga pembunuhan berawal dari ketergantungan terhadap narkoba. Karena itu, persoalan narkoba tidak boleh dipandang sebagai masalah individu semata, melainkan ancaman serius bagi ketahanan keluarga, masyarakat, dan bangsa.

“Kita tidak boleh diam melihat bahaya narkoba. Peredaran gelap narkoba merupakan ancaman nyata yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda. Setiap keluarga, tokoh masyarakat, dan umat Islam memiliki tanggung jawab untuk ikut mencegahnya,” tegasnya.

Sebagai landasan keagamaan, beliau mengingatkan firman Allah SWT dalam QS. Al-Mā’idah ayat 90–91, yang melarang segala bentuk perbuatan memabukkan karena termasuk perbuatan keji dari pekerjaan setan.

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah agar kamu beruntung.” (QS. Al-Mā’idah: 90)

Ayat tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa Islam tidak hanya melarang khamr, tetapi juga seluruh zat yang menghilangkan akal sehat, termasuk narkotika. Akal merupakan nikmat yang harus dijaga karena menjadi dasar manusia dalam beribadah, berpikir, dan membedakan antara yang benar dan yang salah.

Suasana kajian semakin menarik karena materi disampaikan menggunakan layar televisi multimedia berukuran besar yang menampilkan infografik mengenai dampak narkoba terhadap otak, jantung, paru-paru, ginjal, serta kesehatan mental. Penyajian visual tersebut membantu jamaah memahami fakta-fakta di lapangan sehingga materi menjadi lebih mudah dipahami dan memberikan kesan yang mendalam.

Di akhir kajian, Ustad Muchamad Arifin mengajak seluruh jamaah untuk menjadi bagian dari gerakan penyelamatan generasi dengan memperkuat pendidikan agama di lingkungan keluarga, meningkatkan kepedulian terhadap pergaulan anak-anak, serta berani melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba di lingkungan sekitar.

Kajian Inspiratif Subuh (KIS) Masjid Attaqwa Pogot terus berkomitmen menghadirkan materi-materi keislaman yang tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga memberikan solusi terhadap berbagai persoalan aktual di tengah masyarakat, sehingga dakwah benar-benar hadir sebagai pencerah bagi umat.