Bersama: Ustad Muchamad Arifin
Meneladani Fathonah Rasulullah: Kecerdasan Berlandaskan Wahyu untuk Kemaslahatan Bersama
SURABAYA — Suasana dingin dan tenang usai salat Subuh berjamaah di Masjid Attaqwa Pogot, Surabaya, berubah menjadi hangat dan penuh kekhusyukan pada Rabu pagi (21/10/2026). Para jamaah tampak antusias menyimak kelanjutan serial materi dalam agenda mingguan Kajian Inspiratif Subuh (KIS).

Pada kesempatan kali ini, kajian yang rutin digelar setiap Rabu pagi ba’da Subuh tersebut kembali dipimpin oleh Ustadz Muchamad Arifin. Melanjutkan topik dari pekan sebelumnya, Ustadz Arifin mendalami lebih jauh tentang sifat agung Rasulullah SAW, yakni Fathonah (kecerdasan).
Dalam pemaparannya, Ustadz Muchamad Arifin menekankan bahwa kecerdasan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW bukanlah sekadar kecerdasan intelektual biasa. Kecerdasan beliau dibimbing langsung oleh iman dan wahyu Ilahi.
“Kecerdasan Rasulullah adalah kecerdasan yang berlandaskan iman dan wahyu. Karena itulah, setiap keputusan, langkah, dan ikhtiar yang diambil beliau selalu tepat serta menjadi teladan utama yang tak pernah lekang oleh waktu bagi kehidupan kita sehari-hari,” tutur beliau di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, Ustadz Arifin menjelaskan bahwa kombinasi antara kecerdasan (fathonah) dan kebijaksanaan Rasulullah selalu muaranya adalah membawa manfaat bagi kemaslahatan bersama. Sifat inilah yang menjadi wujud nyata dari ajaran Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin—rahmat bagi semesta alam.
Salah satu bukti historis paling menonjol dari sifat fathonah Rasulullah adalah terumuskannya Piagam Madinah. Ustadz Arifin menyoroti bagaimana Rasulullah SAW sebagai pemimpin yang cerdas dan bijak mampu merajut keberagaman dan menyelesaikan berbagai perselisihan hingga melahirkan kesepakatan bersama yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat Madinah saat itu.
“Seorang pemimpin yang cerdas dan bijak dalam menyelesaikan berbagai persoalan pasti akan melahirkan keputusan yang membawa manfaat besar bagi kepentingan bersama. Piagam Madinah adalah bukti nyata bagaimana kecerdasan yang dibimbing wahyu mampu menciptakan kedamaian dan keharmonisan sosial,” tambah Ustadz Arifin.
Kajian Inspiratif Subuh ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah antarjamaah. Diharapkan melalui kajian rutin ini, jamaah Masjid Attaqwa Pogot tidak hanya bertambah wawasan keislamannya, tetapi juga mampu meneladani sifat fathonah Rasulullah SAW dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat, maupun berbangsa.
#MasjidAttaqwaPogot #KajianInspiratifSubuh #KISAttaqwa #KajianSubuhSurabaya #UstadzMuchamadArifin #SifatFathonah #SifatRasulullah #IslamRahmatanLilAlamin #PiagamMadinah #KepemimpinanIslam #KajianSurabaya #SubuhBerjamaah





