Surabaya, 6 Agustus 2026 – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tambak Wedi menggelar pengajian rutin di Masjid Baitul Kholik, Jalan Tambak Wedi Baru V/33, Surabaya, Kamis (6/8/2026). Pengajian menghadirkan Ustad Muchamad Arifin yang menyampaikan tausiyah bertema “Mewaspadai Penjajah Tanpa Wajah”.

Dalam ceramahnya, Ustad Muchamad Arifin mengajak jamaah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia setelah 81 tahun merdeka. Menurutnya, bentuk penjajahan saat ini tidak lagi hadir dalam wujud fisik sebagaimana pada masa perjuangan kemerdekaan, tetapi menjelma dalam berbagai ancaman yang sulit dikenali.
“Dulu para pejuang mengetahui dengan jelas siapa musuh yang harus dihadapi. Kini, tantangan itu berubah. Penjajah tanpa wajah hadir melalui berbagai isu yang sengaja disebarkan untuk memecah belah masyarakat. Kita sering kali tidak mengetahui siapa pembuatnya, tetapi dampaknya dapat mengganggu persatuan dan melemahkan kehidupan berbangsa,” ujarnya.
Selain maraknya penyebaran informasi yang menyesatkan, Ustad Arifin juga menyoroti bahaya peredaran narkoba yang semakin mengancam generasi muda Indonesia. Ia menegaskan bahwa narkoba merupakan salah satu bentuk penjajahan modern yang menghancurkan masa depan bangsa tanpa menggunakan senjata.
“Narkoba telah merenggut masa depan banyak anak bangsa. Tidak sedikit generasi muda yang menjadi korban, mengalami kerusakan kesehatan, terjerumus dalam perilaku berisiko hingga tertular HIV/AIDS, bahkan kehilangan nyawa secara sia-sia akibat penyalahgunaan narkoba. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama melakukan pencegahan sejak dari keluarga, lingkungan, dan masjid,” tegasnya.
Pengajian tersebut dihadiri oleh jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para remaja. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat terhadap berbagai tantangan sosial yang berkembang di tengah kemajuan zaman.
Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tambak Wedi bersama Takmir Masjid Baitul Kholik berharap kegiatan pengajian seperti ini mampu memperkuat literasi masyarakat dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk melindungi keluarga dan generasi muda dari ancaman penyebaran narkoba.
Melalui pengajian ini, PRM Tambak Wedi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan dakwah yang responsif terhadap persoalan umat, sehingga masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan penguatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman yang muncul di era modern.






