LENSADAKWAH.COM – Surabaya. Dalam rangka menyambut Milad Muhammadiyah ke-113, Masjid At-Taqwa Pogot Surabaya menggelar acara pemutaran film Sang Pencerah, sebuah film yang mengangkat sejarah perjuangan Kiai Haji Ahmad Dahlan dalam mendirikan Muhammadiyah. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad, 30 November 2025, dan dibuka secara resmi oleh Ketua Takmir, Ustadz Muchamad Arifin.

Dalam sambutannya, Ustadz Muchamad Arifin menegaskan bahwa pemutaran film ini bertujuan agar jamaah lebih mengenal kembali sejarah berdirinya Muhammadiyah, memahami perjuangan pendirinya, serta merenungi nilai-nilai pembaharuan (tajdid) yang terus relevan hingga saat ini. “Melalui film ini, kita belajar tentang keberanian, keteguhan hati, dan semangat pembaruan yang diajarkan Kiai Ahmad Dahlan. Semoga jiwa pembebasan dan pencerahan itu terus hidup dalam gerakan kita,” ujarnya sebelum film dimulai.
Pemutaran film berlangsung khidmat. Para jamaah terlihat begitu fokus dan menikmati alur cerita hingga waktu Isya tiba. Suasana hening dan penuh perhatian menunjukkan betapa kuatnya pesan-pesan dakwah dan pencerahan yang tergambar dalam film tersebut.
Sekilas Narasi Film Sang Pencerah
Film Sang Pencerah mengisahkan perjuangan Kiai Haji Ahmad Dahlan muda yang dengan penuh keberanian membawa ajaran Islam yang rasional, mencerahkan, dan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah di tengah masyarakat Yogyakarta awal abad ke-20. Film ini menggambarkan bagaimana beliau menghadapi berbagai tantangan, penolakan, dan tekanan dari pihak-pihak yang belum siap menerima perubahan.
Dengan keteguhan hati, KH. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah sebagai gerakan pembaruan yang menekankan pendidikan, pemurnian akidah, dan amal sosial. Film ini menampilkan perjuangannya mengajarkan Al-Ma’un secara nyata melalui pendirian sekolah, pemberdayaan masyarakat, serta keberanian merubah cara pandang umat Islam terhadap ibadah dan kehidupan sosial.
Melalui film ini, jamaah diajak memahami bahwa berdirinya Muhammadiyah bukan sekadar catatan sejarah, tetapi lahir dari kegigihan, ketulusan, dan visi besar untuk menghadirkan Islam yang membebaskan dan menyejahterakan.