LENSADAKWAH.COM — Langkah kecil itu tampak mantap memasuki arena kompetisi nasional di Telkom University, Bandung. Di tengah suasana yang dipenuhi ratusan peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, seorang siswa kelas 2 sekolah dasar terlihat tenang menatap tantangan di hadapannya. Dialah Muhammad Ghazain Efendi, siswa SD Muhammadiyah 19 Surabaya yang sukses meraih medali bronze pada ajang Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia (KOSSMI) 2026 bidang IPA level 0.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Di usia yang masih sangat muda, siswa yang akrab disapa Ghazi itu mampu menunjukkan bahwa semangat belajar dan keberanian mencoba dapat menghadirkan capaian luar biasa.
Perjalanan Ghazi menuju grand final tidaklah mudah. Ia harus melewati berbagai tahapan seleksi dengan penuh ketekunan dan disiplin. Sebelum melaju ke tingkat nasional, Ghazi terlebih dahulu berhasil masuk dalam Top 5 Score Jawa Timur pada babak semifinal. Hasil tersebut menjadi tiket berharganya untuk tampil pada grand final KOSSMI 2026 yang berlangsung pada 9–10 Mei 2026 di Bandung.
Suasana kompetisi nasional berlangsung penuh persaingan dan ketegangan. Para peserta hadir membawa kemampuan terbaik mereka masing-masing. Namun di tengah atmosfer kompetitif tersebut, Ghazi tetap tampil percaya diri. Dengan kemampuan akademik yang terus diasah, ditambah dukungan dan doa dari orang tua serta guru-gurunya, ia mampu menyelesaikan setiap tantangan soal dengan penuh optimisme.
Tak disangka, perjuangan siswa kelas 2 SD itu akhirnya berbuah manis. Ghazi berhasil membawa pulang medali bronze, sebuah pencapaian yang menjadi kebanggaan besar bagi civitas SD Muhammadiyah 19 Surabaya.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih keberhasilan. Ketekunan belajar, keberanian mencoba hal baru, serta lingkungan yang mendukung mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi sejak dini. Di balik medali yang diraih, tersimpan proses panjang berupa latihan, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah.
Guru pendamping Ghazi turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perjuangan siswanya tersebut. Menurutnya, Ghazi dikenal sebagai pribadi yang tekun dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dalam belajar.
“Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras, doa, dan semangat belajar yang luar biasa. Semoga menjadi inspirasi bagi teman-teman lainnya agar terus berani bermimpi dan berprestasi,” tuturnya.
Keberhasilan Ghazi juga semakin menegaskan komitmen SD Muhammadiyah 19 Surabaya dalam mendampingi tumbuhnya generasi muda yang unggul, cerdas, dan berkarakter Islami. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan keberanian siswa dalam mengembangkan potensi terbaiknya.
Kini, medali bronze yang dibawa pulang Ghazi bukan sekadar penghargaan semata. Lebih dari itu, medali tersebut menjadi simbol perjuangan, semangat belajar, dan harapan bahwa anak-anak Indonesia mampu bersinar sejak usia dini ketika diberi kesempatan dan dukungan yang tepat.
Penulis: Sukma Prabawati
Editor: M. Khoirul Anam






