Surabaya, 11 Juni 2026 – Silaturrahim bukan sekadar mempererat persaudaraan, tetapi juga menjadi sarana belajar dan bertukar pengalaman untuk memajukan organisasi. Semangat itulah yang mewarnai kunjungan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Utara, Masrur Mustamat, ke Kantor Sekretariat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran Surabaya, Jalan Platuk No. 104, Kamis (11/6/2026).

Kunjungan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut disambut langsung oleh Ketua PCM Kenjeran, Ali Fauzi, bersama seluruh jajaran pengurus. Pertemuan itu menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai pengelolaan organisasi, pengembangan dakwah, serta penguatan Amal Usaha Muhammadiyah di tingkat cabang.
Dalam kesempatan tersebut, Masrur Mustamat menjelaskan bahwa kunjungannya ke PCM Kenjeran dilandasi keinginan untuk belajar dari pengalaman nyata yang tumbuh di tingkat bawah. Menurutnya, kemajuan organisasi tidak cukup dibangun dari atas, tetapi harus bertumpu pada kekuatan akar yang kokoh.
“Kalau ingin organisasi berkembang, jangan hanya melihat dari atas. Kita harus turun ke bawah, mencari informasi, belajar dari cabang dan ranting. Akar yang kuat akan membuat pohon tumbuh besar dan bertahan menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, kami datang untuk belajar dari PCM Kenjeran yang telah menunjukkan perkembangan yang baik dalam mengelola Muhammadiyah dan Amal Usaha Muhammadiyah,” ungkapnya.
Ia menilai pengalaman cabang-cabang Muhammadiyah yang berhasil mengembangkan program dakwah dan pemberdayaan masyarakat merupakan sumber inspirasi yang sangat berharga bagi penguatan gerakan Muhammadiyah di berbagai daerah, termasuk di Sulawesi Utara.
Ketua PCM Kenjeran, Ali Fauzi, menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya atas kunjungan tersebut. Menurutnya, silaturrahim seperti ini menjadi energi positif untuk saling menguatkan dan memperluas wawasan dalam mengembangkan dakwah persyarikatan.
“Kami merasa terhormat atas kunjungan Ketua PWM Sulawesi Utara beserta rombongan. Ini bukan hanya pertemuan biasa, tetapi juga forum berbagi pengalaman dan gagasan untuk kemajuan Muhammadiyah. Semoga silaturrahim ini membawa manfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut mantan Ketua PCM Kenjeran periode 2005–2010, Muchamad Arifin, yang memaparkan perjalanan Muhammadiyah di Kecamatan Kenjeran dari masa ke masa. Ia menjelaskan bahwa perkembangan Muhammadiyah di Kenjeran merupakan hasil kerja kolektif yang terus dijaga oleh setiap generasi kepemimpinan.
Menurut Arifin, salah satu kunci keberhasilan PCM Kenjeran adalah menjaga tradisi organisasi melalui komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan.
“Setiap periode selalu ada perkembangan dan kemajuan baru. Yang terpenting adalah menjaga konsistensi gerakan. Di PCM Kenjeran, rapat rutin setiap pekan terus dijalankan sehingga berbagai program dapat dipantau dan dikembangkan bersama. Dari sinilah roda organisasi terus bergerak,” jelasnya.
Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu menjadi bukti bahwa kemajuan Muhammadiyah lahir dari budaya saling belajar, saling menguatkan, dan saling menginspirasi. Dari Kenjeran, tersampaikan pesan penting bahwa organisasi yang besar tidak hanya dibangun oleh kepemimpinan yang kuat di tingkat atas, tetapi juga oleh akar gerakan yang hidup, aktif, dan terus bertumbuh di tingkat cabang dan ranting.
Silaturrahim tersebut pun ditutup dengan harapan agar jalinan komunikasi dan kerja sama antarwilayah semakin erat, sehingga Muhammadiyah dapat terus menghadirkan dakwah yang mencerahkan dan memberdayakan masyarakat di seluruh penjuru negeri.






